mekar

Langkah Awal Menuju Karier: Siswa Kelas XII SMKN Tutur Ikuti Sosialisasi dan Rekrutmen PNM Mekar Rangkaian acara Bursa Kerja Khusus SMKN Tutur

SMK Negeri Tutur menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja melalui kegiatan sosialisasi dan rekrutmen dari PNM Mekaar yang dilaksanakan untuk siswa kelas XII. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komite SMKN Tutur Bapak Hadi Purnomo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia industri.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ibu Elisa Setyawati S.Pt, yang dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan siswa dalam menghadapi masa depan. Beliau mengajak seluruh siswa kelas XII untuk tidak menyia-nyiakan setiap peluang yang ada.

“Setelah lulus dari SMK, kalian harus memiliki arah yang jelas. Manfaatkan setiap kesempatan, baik untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha. Jangan sampai setelah lulus justru menganggur tanpa rencana,” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dari tim PNM Mekaar yang mengangkat tema “Rencana Karier”. Dalam sesi ini, siswa diberikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan karier sejak dini, mengenali potensi diri, serta memahami peluang kerja yang tersedia, khususnya di sektor yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komite SMKN Tutur, Bapak Hadi Purnomo juga turut memberikan pandangannya mengenai PNM Mekaar. Beliau menyampaikan bahwa lembaga tersebut memiliki peran yang nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui layanan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Menariknya, beliau juga membagikan pengalaman pribadi bahwa putranya saat ini bekerja sebagai karyawan di PNM Mekaar. Ia menjelaskan secara singkat tugas dan tanggung jawab (job description) yang dijalankan, seperti pendampingan nasabah, pengelolaan kelompok, hingga memastikan keberlanjutan usaha nasabah binaan. Hal ini memberikan gambaran nyata kepada siswa tentang dunia kerja yang sesungguhnya.

Tidak hanya berhenti pada sosialisasi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan proses rekrutmen karyawan PNM Mekaar bagi siswa kelas XII yang berminat untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus. Antusiasme siswa terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya peserta yang mengikuti tahapan seleksi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi siswa dalam menentukan langkah setelah kelulusan, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan dunia kerja dalam menciptakan lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, SMKN Tutur terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada kesiapan karier dan masa depan siswa.

UKK KH

Kerja Sama LSP SMKN Tutur dan SMKN 1 Pujon dalam Uji Kompetensi Siswa Jurusan Kesehatan Hewan Berjalan Lancar

Pada tanggal 14 hingga 15 April 2026, SMKN 1 Pujon sukses melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa jurusan Kesehatan Hewan melalui kerja sama dengan LSP SMKN Tutur. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa lulusan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan hewan.

Kegiatan uji kompetensi ini melibatkan asesor profesional dari LSP SMKN Tutur yang memiliki pengalaman dan sertifikasi di bidangnya. Kehadiran asesor eksternal tersebut memberikan jaminan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif, terukur, dan mengacu pada standar nasional kompetensi kerja.

Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Para siswa jurusan Kesehatan Hewan menunjukkan kemampuan yang baik dalam berbagai aspek, mulai dari pengetahuan dasar medis veteriner, keterampilan penanganan hewan, hingga prosedur pemeriksaan kesehatan hewan secara tepat dan aman. Setiap peserta diuji melalui praktik langsung yang menuntut ketelitian, ketepatan, serta sikap profesional.

Keberhasilan pelaksanaan uji kompetensi ini tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan oleh pihak SMKN 1 Pujon, termasuk pembinaan intensif oleh guru produktif serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Hasil yang membanggakan pun diraih, di mana seluruh peserta uji kompetensi dinyatakan kompeten. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara SMKN 1 Pujon dan LSP SMKN Tutur mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan memenuhi standar industri di bidang kesehatan hewan.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LSP SMKN Tutur atas dukungan dan profesionalisme dalam pelaksanaan kegiatan ini. Diharapkan, kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan di masa mendatang.

DSC02163_1024x683

WIRATAMA NAWACARITA: Kolaborasi Epik Seni, Informatika, Bahasa Jawa dan Sejarah dalam Ujian Praktik (PSAJ) SMK Negeri Tutur

PASURUAN – Suasana megah dan penuh semangat menyelimuti panggung pertunjukan SMK Negeri Tutur baru-baru ini. Dalam rangka memenuhi tugas akhir siswa kelas 12, sekolah menyelenggarakan sebuah pagelaran seni budaya yang luar biasa bertajuk “WIRATAMA NAWACARITA”.
Acara ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan bentuk inovasi pendidikan melalui Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus: Seni Budaya, Sejarah, Bahasa Jawa, dan Informatika.


Menghidupkan Sejarah Melalui 9 Pertunjukan Teater
Dengan tema besar perjuangan bangsa, siswa kelas 12 dari berbagai kompetensi keahlian (ATRm, KH, DKV, TSM, dan TKR) berhasil mengemas narasi sejarah menjadi pertunjukan teater yang memukau. Sebanyak 9 lakon dipentaskan dengan penuh penghayatan:

  1. Jejak Perlawanan Sultan Agung (12 KH – Sultan Agung Mataram)
  2. Sasmita di Balik Jendela Sakola (12 ATRm 1 – Kisah Dewi Sartika)
  3. Lelampah Sang Suropati (12 ATRm 3 – Untung Suropati)
  4. Tekad Swaraning Jihad (12 DKV 3 – KH. Hasyim Asy’ari)
  5. Api Semangat Sang Proklamator (12 ATRm 2 – Ir. Soekarno)
  6. Teguh Pendirian, Melawan Penjajah (12 TSM – Pangeran Diponegoro)
  7. Panggil Aku Kartini Saja (12 DKV 1 – Kartini )
  8. Bara, Amarah, dan Teriakan Merdeka (12 DKV 2 – Bung Tomo)
  9. Satu Nafas, Satu Tanah Air (12 TKR – Jenderal Soedirman)
    Mengenal PSAJ: Inovasi Evaluasi Akhir Jenjang di SMK
    Kegiatan ini merupakan bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bagi masyarakat yang mungkin masih asing, PSAJ adalah evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir masa sekolah.
    Berbeda dengan ujian konvensional yang hanya berbasis kertas, PSAJ di SMK memberikan fleksibilitas tinggi. Sekolah dapat menentukan bentuk ujiannya, mulai dari portofolio, tes tertulis, hingga unjuk kerja kreatif seperti pagelaran teater ini. Kehadiran bapak Arik Murwanto, M.Pd selaku Pengawas Sekolah dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung objektivitas dan kualitas penilaian karakter serta kompetensi siswa.
    Dalam “Wiratama Nawacarita”, setiap elemen dinilai secara lintas disiplin:
    • Seni Budaya: Menilai tata panggung, kostum, dan penjiwaan karakter.
    • Sejarah: Menilai akurasi fakta sejarah perjuangan yang dibawakan.
    • Bahasa Jawa: Menilai penggunaan unggah-ungguh dan dialek dalam naskah.
    • Informatika: Menilai pemanfaatan teknologi digital, mulai dari script, desain media promosi hingga pengaturan multimedia panggung.

Apresiasi dari Sekolah
Pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya dituntut secara akademis, tetapi juga dilatih memiliki jiwa kepemimpinan (Wiratama) dan kemampuan bercerita (Nawacarita) yang kuat—dua modal penting sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan pendidikan.
“Ini adalah bukti bahwa siswa SMK Negeri Tutur memiliki kreativitas tanpa batas. Mereka mampu menyerap nilai-nilai kepahlawanan dan menyajikannya dalam kemasan modern yang sangat relevan,” ujar perwakilan panitia di atas panggung yang dipenuhi tata cahaya dramatis.
Penyelenggaraan PSAJ tahun ini menjadi bukti nyata bahwa evaluasi akhir bisa dilakukan dengan cara yang sangat seru, bermakna, dan membanggakan. Selamat kepada seluruh siswa kelas 12 atas suksesnya pagelaran Wiratama Nawacarita!

selamat dan sukses siswa snbp

LIMA SISWA SMKN TUTUR LOLOS SNBP 2026Bukti Siswa SMK Siap Kuliah dan Siap Bersaing

Tutur, 1 April 2026 — SMK Negeri Tutur kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak lima siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Keberhasilan ini terasa semakin bermakna karena berasal dari berbagai program keahlian di SMKN Tutur. Dengan latar belakang pembelajaran vokasi yang padat, para siswa tetap mampu menunjukkan prestasi akademik yang konsisten dan bersaing melalui jalur prestasi nasional.

Data Pendaftar SNBP 2026 SMKN Tutur

Pada tahun 2026, jumlah siswa SMKN Tutur yang mendaftar melalui jalur SNBP sebanyak 31 siswa, dengan rincian sebagai berikut:

16 siswa Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV)
12 siswa Program Keahlian Agribisnis Ternak (ATRM dan Kesehatan Hewan)
3 siswa Program Keahlian Otomotif

Dari total pendaftar tersebut, lima siswa berhasil lolos seleksi dan diterima di perguruan tinggi negeri sesuai dengan program studi pilihan masing-masing.

Daftar Siswa SMKN Tutur Lolos SNBP 2026

Berikut siswa SMKN Tutur yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026:

Aditiya Dwi Paramita (XII DKV 1) D3 Teknologi Informasi
Universitas Brawijaya
Shafirah Lailatul Maghfiroh (XII DKV 3)
S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Negeri Malang
Hanum Muyassaroh (XII DKV 2)
D3 Teknologi Konstruksi Jalan, Jembatan, dan Bangunan Air
Politeknik Negeri Malang
Bagus Wahyu Pratama (XII TKR)
D3 Teknik Mesin Alat Berat
Politeknik Negeri Madura
Citra Nurcahyeni (XII TKR)
D4 Teknologi Rekayasa Otomotif
Polinema PSDKU Lumajang


Apresiasi Kepala SMKN Tutur

Kepala SMK Negeri Tutur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian siswa yang berhasil lolos SNBP Tahun 2026.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa SMK memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar, siswa vokasi mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMKN Tutur untuk terus berprestasi dan berani menentukan masa depan,” ungkap Kepala SMKN Tutur.

Perjalanan yang Penuh Usaha dan Konsistensi

Keberhasilan lima siswa ini tentu tidak diraih secara instan. Di tengah padatnya kegiatan pembelajaran kejuruan, praktik, serta tugas sekolah, para siswa tetap menjaga nilai akademik dan aktif dalam kegiatan sekolah.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMKN Tutur memiliki semangat belajar yang tinggi serta kemampuan mengelola waktu dengan baik. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa jalur SNBP dapat menjadi peluang besar bagi siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Harapan dan Motivasi untuk Siswa SMKN Tutur

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMKN Tutur untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik. Sekolah juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selamat kepada siswa yang telah lolos SNBP Tahun 2026. Semoga perjalanan pendidikan yang akan ditempuh menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah serta mampu membawa nama baik SMK Negeri Tutur.

Bagi siswa yang belum lolos melalui jalur SNBP, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih terbuka luas. Masih terdapat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) serta jalur seleksi mandiri yang dapat menjadi peluang berikutnya.

Kegagalan pada satu jalur bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, hal ini dapat menjadi momentum untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang, meningkatkan kesiapan akademik, serta memperkuat strategi dalam memilih program studi dan perguruan tinggi tujuan.

SMK Negeri Tutur terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi SNBT maupun jalur mandiri. Dengan persiapan yang lebih terarah, diharapkan semakin banyak siswa SMKN Tutur yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tetap semangat, terus berusaha, dan percaya bahwa setiap siswa memiliki jalan sukses masing-masing. SNBP bukan satu-satunya jalan, dan peluang untuk meraih masa depan masih terbuka lebar melalui SNBT maupun jalur mandiri.

apel pagi siswa siswi smkn tutur s menjelang libur hari raya idul fitri 1447 Hijriyah

Apel Pagi Menjelang Libur Lebaran 1447 H: Kepala SMKN Tutur Titipkan Pesan Karakter dan Keselamatan

PASURUAN – Menjelang cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, keluarga besar SMKN Tutur menggelar Apel Pagi khusus pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kesiswaan ini menjadi momen penting untuk memberikan pengarahan terakhir kepada seluruh siswa sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan kemenangan.

Suasana pagi di lapangan sekolah terasa syahdu dan penuh khidmat. Apel ini merupakan agenda penutup rangkaian kegiatan sekolah di penghujung Ramadan, sekaligus menandai dimulainya masa libur lebaran bagi seluruh civitas akademika.

Pesan Mendalam Bapak Kepala Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel. Beliau memberikan sambutan yang menyentuh hati serta beberapa pesan kunci untuk dipedomani oleh para siswa selama masa liburan:

  • Menjaga Ibadah di Hari Kemenangan: Beliau berpesan agar nilai-nilai disiplin dan ibadah yang telah ditempa selama Pondok Ramadhan tidak luntur begitu saja. “Ramadan adalah madrasah, dan ujian aslinya adalah bagaimana kita bersikap setelah Ramadan usai,” tegas beliau.
  • Keselamatan Selama Mudik: Mengingat banyaknya siswa yang akan melakukan perjalanan, beliau menekankan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya dan berhati-hati saat berkendara.
  • Menjaga Nama Baik Almamater: Beliau mengingatkan agar siswa tetap menunjukkan akhlakul karimah (akhlak terpuji) di tengah masyarakat, mencerminkan identitas siswa SMKN Tutur yang santun dan religius.
  • Permohonan Maaf Lahir dan Batin: Menutup sambutannya, Bapak Sugeng Widodo secara pribadi dan mewakili seluruh staf pengajar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh siswa dan keluarganya.

Arahan dari Bidang Kesiswaan

Tim Kesiswaan SMKN Tutur juga memberikan arahan terkait teknis libur sekolah dan tanggal kembali masuk sekolah. Siswa diingatkan untuk tetap menyelesaikan tugas-tugas mandiri jika ada, serta tidak berlebihan dalam merayakan euforia lebaran agar saat masuk sekolah nanti tetap dalam kondisi prima.

Kegiatan apel pagi ini ditutup dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman (mushafahah) antara siswa dan guru. Senyum merekah di wajah para siswa, menandakan kesiapan mereka menyambut hari raya dengan hati yang bersih.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
Estafet Kepemimpinan SMKN Tutur3

Estafet Kepemimpinan SMKN Tutur: Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Komitmen Menuju Sekolah Unggul

Tutur, 15 Desember 2025. Kegiatan pisah sambut Kepala SMKN Tutur dilaksanakan dengan khidmat dan penuh kehangatan sebagai momentum penting dalam kesinambungan kepemimpinan sekolah. Acara ini menandai peralihan tugas dari Bapak Anang Prasetya, M.Pd selaku kepala sekolah lama kepada Bapak Sugeng Widodo, S.Ag sebagai kepala sekolah yang baru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pasuruan beserta istri, Kasi PMK, pengawas SMK, serta jajaran MKKS SMK Negeri dan Swasta Kabupaten dan Kota Pasuruan. Hadir pula unsur Muspika Kecamatan Tutur, yaitu Bapak Camat Tutur, Kepala Koramil, dan Kapolsek Kecamatan Tutur, Komite SMKN Tutur, serta perwakilan guru dari SMKN 1 Nguling Pasuruan. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap kemajuan SMKN Tutur.
Dalam sambutannya, Bapak Anang Prasetya, M.Pd menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa capaian dan perkembangan SMKN Tutur bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi, komunikasi, dan komitmen bersama. Bapak Anang juga menyampaikan harapan agar program-program baik yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan, terutama dalam penguatan karakter siswa, peningkatan kualitas pembelajaran, serta sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag dalam sambutan perdananya sebagai Kepala SMKN Tutur menyampaikan komitmen untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, saling menghargai, dan adaptif terhadap perubahan. Bapak Sugeng juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bergerak bersama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, serta menjadikan SMKN Tutur sebagai sekolah yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pasuruan dalam arahannya menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penguatan dan penyegaran. Ia mengapresiasi dedikasi Bapak Anang Prasetya, M.Pd atas kontribusi dan pengabdiannya, sekaligus menyampaikan dukungan penuh kepada Bapak Sugeng Widodo, S.Ag dalam mengemban amanah baru. Dalam pesannya, Bapak Kacabdin menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner, penguatan manajemen sekolah, serta optimalisasi kemitraan dengan dunia industri dan masyarakat demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap SMK.
Melalui kegiatan pisah sambut ini, SMKN Tutur diharapkan semakin solid dalam melangkah ke depan dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat. Sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama untuk mendorong kemajuan sekolah. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda pergantian kepemimpinan, tetapi juga titik awal untuk memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan SMKN Tutur yang maju, bermutu, dan mampu mencetak lulusan yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan masa depan.

IMG-20251209-WA0014

Wujudkan Generasi Unggul Berkarakter, SMKN Tutur Bersiap Terapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”

Tutur, 24 November 2025 – SMKN Tutur menunjukkan komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berkarakter kuat. Setelah mengikuti workshop intensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Penguatan Karakter, SMKN Tutursecara resmi mengumumkan rencana implementasi program nasional “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di lingkungan sekolah.

Langkah ini diambil menyikapi urgensi pembentukan karakter yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, yang menuntut lulusan SMK tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan mentalitas yang sehat.

Fondasi Program: PHBS dan Karakter

Workshop yang diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan SMKN Tuturini menekankan pentingnya PHBS sebagai fondasi fisik dalam pembentukan karakter. Berdasarkan materi yang didalami, terdapat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang akan dibiasakan secara bertahap di sekolah, meliputi:

  • Bangun Pagi (Melatih kedisiplinan).
  • Beribadah (Memperkuat nilai spiritual).
  • Berolahraga (Menjaga kebugaran fisik dan mental).
  • Makan Sehat dan Bergizi (Dasar pertumbuhan optimal).
  • Gemar Belajar (Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas).
  • Bermasyarakat (Membangun kepedulian sosial).
  • Tidur Cepat/Cukup (Kunci keseimbangan dan regenerasi).

Komitmen Kepala Sekolah

Anang Prasetya, S.Pd., Kepala SMK Tutur, menyampaikan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk kesuksesan siswa di masa depan.

” Workshop ini memberikan kami panduan praktis bahwa karakter tidak dibentuk dengan teori, melainkan dengan pembiasaan harian. Tujuh kebiasaan ini—mulai dari bangun pagi hingga makan sehat—adalah kurikulum tak tertulis yang sangat krusial. Seorang lulusan SMK yang kompeten di bidangnya, namun tidak disiplin dan tidak peduli kesehatan, akan sulit bersaing,” ujar Bapak Anang.

 

Tahap Sosialisasi Menanti Persiapan Matang

Meskipun komitmen implementasi telah dicanangkan sejak 24 November, pihak sekolah menginformasikan bahwa kegiatan sosialisasi massal kepada seluruh siswa dan orang tua mengenai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” masih menunggu persiapan infrastruktur dan perangkat pendukung yang lebih matang.

“Kami tidak ingin program ini hanya hangat di awal. Kami tengah memastikan seluruh elemen—mulai dari penyediaan tempat cuci tangan yang memadai, pengawasan kantin sehat, hingga jadwal rutin senam pagi—benar-benar siap. Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat akan kami lakukan segera setelah semua perangkat siap 100%, sehingga implementasinya bisa optimal dan berkelanjutan,” tambah Kepala Sekolah.

Diharapkan, dengan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah dan orang tua, SMKN Tuturdapat segera meluncurkan program ini dan menjadi pionir dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

Tim BK, BKK, dan Otomotif SMKN ke SMK Branta Karangkates

Belajar dari Praktik Baik: Tim BK, BKK, dan Otomotif SMKN Tutur Kunjungi SMK Brantas Karangkates Malang


Kegiatan Studi Tiru (sering disebut benchmarking) ke sekolah unggulan merupakan langkah strategis bagi institusi pendidikan untuk melakukan akselerasi kualitas. Fokus pada Bursa Kerja Khusus (BKK), penguatan karakter, dan pola pembelajaran bertujuan untuk menciptakan ekosistem sekolah yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kegiatan kunjungan ke SMK Brantas Karangkates, Kabupaten Malang, dilaksanakan sebagai bagian dari program studi tiru yang melibatkan Tim Bursa Kerja Khusus (BKK), Tim Bimbingan dan Konseling (BK), serta Tim Keahlian Otomotif SMK Negeri Tutur. Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk melihat secara langsung praktik-praktik baik (best practices) yang telah diterapkan oleh SMK Brantas Karangkates dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya pada aspek pelayanan BK, penyaluran alumni melalui BKK, serta proses pembelajaran pada kompetensi keahlian otomotif. Dalam konteks tantangan pendidikan vokasi saat ini—mulai dari tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, kebutuhan soft skills lulusan, hingga relevansi kompetensi dengan industri—studi tiru menjadi strategi yang realistis dan efektif untuk mempercepat peningkatan mutu. SMK Brantas Karangkates dipilih karena dikenal memiliki sistem tata kelola layanan siswa dan alumni yang relatif tertata, serta memiliki jejaring kerja sama yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kunjungan ini, diharapkan tim dari SMKN Tutur tidak hanya memperoleh gambaran teknis, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana sebuah sekolah membangun budaya kerja kolaboratif, berorientasi layanan, dan berfokus pada keberlanjutan lulusan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.Fokus utama dalam kegiatan studi tiru ini adalah percepatan kualitas pelayanan Bimbingan dan Konseling. Layanan BK tidak hanya diposisikan sebagai ruang penanganan masalah siswa, tetapi sebagai mitra strategis dalam pengembangan karakter, perencanaan karier, serta kesiapan mental siswa menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Praktik layanan klasikal, layanan kelompok, hingga konseling individual ditunjang dengan administrasi yang rapi dan pemanfaatan data siswa secara optimal. Tim BK juga berdiskusi mengenai strategi membangun kedekatan dengan siswa tanpa menghilangkan profesionalitas, serta bagaimana kolaborasi antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua dapat berjalan efektif. Misalnya adanya kunjungan malam untuk siswa, walaupun tidak semua siswa dikunjungi malam hari, namun dengan kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya dan bentuk perhatian sekolah kepada siswa. Kegiatan ini tidak serta merta tiba-tiba saja dilakukan namun berdasarkan hasil evaluasi hasil MCU ketika masuk ke perusahaan. Hal yang menjadi catatan penting adalah pendekatan preventif dan pengembangan yang lebih diutamakan dibandingkan pendekatan kuratif semata. Melalui diskusi ini, tim BK SMKN Tutur memperoleh banyak insight tentang pentingnya perencanaan program BK berbasis kebutuhan riil siswa, penggunaan instrumen asesmen yang tepat, serta keberanian melakukan inovasi layanan agar BK tidak lagi dipersepsikan sebagai “ruang hukuman”, melainkan sebagai ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Selain pelayanan BK, kegiatan studi tiru juga menitikberatkan pada penguatan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam penyaluran alumni. Tim BKK SMKN Tutur mempelajari bagaimana SMK Brantas Karangkates mengelola data alumni secara berkelanjutan, membangun komunikasi aktif dengan lulusan, serta menjaga hubungan jangka panjang dengan mitra industri. BKK tidak hanya bekerja pada saat siswa kelas XII akan lulus, tetapi sudah terlibat sejak proses pemetaan minat, bakat, dan rencana karier siswa. Sistem tracer study yang dijalankan memberikan gambaran nyata tentang serapan lulusan di dunia kerja, sehingga sekolah memiliki dasar yang kuat untuk melakukan perbaikan kurikulum dan pembelajaran. Diskusi juga menyoroti pentingnya branding sekolah dan lulusan, termasuk bagaimana BKK berperan dalam membangun citra positif lulusan SMK di mata industri. Tim BKK SMKN Tutur mencermati bahwa keberhasilan penyaluran alumni tidak lepas dari konsistensi, kejujuran dalam menyampaikan kompetensi lulusan, serta kesiapan mental dan etos kerja alumni itu sendiri. Dari sini, semakin jelas bahwa peran BKK sangat erat dengan layanan BK dan pembelajaran di jurusan, sehingga ketiganya tidak dapat berjalan secara terpisah.
Pada aspek pembelajaran, khususnya di jurusan otomotif, tim otomotif SMKN Tutur memperoleh kesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses pembelajaran praktik dan teori dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri. SMK Brantas Karangkates menekankan pembelajaran berbasis praktik nyata, pemecahan masalah (problem-based learning), serta penanaman budaya kerja industri sejak dini. Fasilitas praktik dimanfaatkan secara optimal, dan guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Kolaborasi dengan industri tidak hanya berbentuk praktik kerja lapangan, tetapi juga dalam penyusunan materi ajar, pembaruan kompetensi guru, hingga uji kompetensi siswa. Tim otomotif SMKN Tutur mencatat bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana, tetapi oleh mindset pendidik dan manajemen pembelajaran yang konsisten. Diskusi antartim membuka ruang refleksi tentang tantangan yang dihadapi masing-masing sekolah, sekaligus memunculkan ide-ide realistis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan karakteristik SMKN Tutur.
Secara keseluruhan, kegiatan studi tiru ke SMK Brantas Karangkates Malang memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi Tim BKK, Tim BK, dan Tim Otomotif SMKN Tutur. Kunjungan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi lintas unit, keterbukaan untuk belajar dari praktik baik sekolah lain, serta komitmen untuk melakukan perubahan secara bertahap namun konsisten. Hasil dari studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk perencanaan program, penyesuaian layanan, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja. Dengan semangat saling belajar dan berbagi, SMKN Tutur dapat mempercepat akselerasi kualitas pelayanan BK, optimalisasi peran BKK dalam penyaluran alumni, serta peningkatan mutu pembelajaran di jurusan otomotif. Pada akhirnya, tujuan besar dari seluruh proses ini adalah menghadirkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara karakter, siap bekerja, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

ASAS day 6

Pelaksanaan ASAS Hari ke-6 di SMK Negeri Tutur Mendapat Kunjungan Pengawas Cabang Dinas

Pelaksanaan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) hari ke-6 di SMK Negeri Tutur pada Kamis, 03 Desember 2025 berlangsung dengan tertib dan lancar. Kegiatan pada hari tersebut terasa lebih istimewa karena sekolah mendapat kunjungan langsung dari Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan, Bapak Arik Murwanto, M.Pd.

Setiba di sekolah, beliau disambut oleh pimpinan sekolah dan koordinator kurikulum yang sekaligus menjadi penanggung jawab pelaksanaan ASAS. Setelah menerima paparan singkat terkait teknis pelaksanaan asesmen, Bapak Arik Murwanto, M.Pd. melakukan peninjauan langsung ke beberapa ruang ujian.

Dalam kunjungannya, beliau menyempatkan diri bertatap muka dengan peserta didik yang sedang melaksanakan ujian. Dengan penuh keteladanan, beliau memberikan arahan dan motivasi agar para peserta didik tetap fokus, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan soal. Beliau juga menekankan pentingnya kesiapan mental serta sikap disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Kehadiran pengawas memberikan suasana positif bagi peserta didik dan menjadi dorongan tersendiri agar mereka lebih bersemangat dalam menyelesaikan asesmen. Guru dan panitia ASAS juga merasa terbantu dengan adanya saran serta apresiasi yang diberikan selama sesi monitoring.

Dengan kunjungan tersebut, diharapkan mutu pelaksanaan asesmen di SMK Negeri Tutur semakin meningkat dan mampu mencerminkan budaya belajar yang berkualitas dan berintegritas.

Kunjungan pengawas diruang Bapak Kepala Sekolah
ASAS Ganjil

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 Berjalan Lancar

SMK Negeri Tutur melaksanakan kegiatan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) untuk semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 26 November 2026 hingga 04 Desember 2025. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan melibatkan seluruh guru mata pelajaran serta panitia teknis sekolah.

Meskipun rentang waktu pelaksanaan yang ditetapkan berada dalam periode penyesuaian kalender akademik, kegiatan ASAS tetap berjalan tertib dan kondusif. Siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah disusun dengan sistem pengawasan ruang yang terorganisasi. Panitia juga memastikan sarana pendukung seperti perangkat ujian, ruang kelas, serta pengawasan berjalan optimal.

Setelah kegiatan ASAS berakhir, sekolah menjadwalkan Pekan Remidi, yaitu satu minggu setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dilaksanakan. Remidi diberikan kepada siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran tertentu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian belajar.

Tujuan Pelaksanaan ASAS

  1. Mengukur Penguasaan Kompetensi
    ASAS bertujuan menilai sejauh mana peserta didik menguasai kompetensi dasar yang telah dipelajari selama satu semester.
  2. Sebagai Dasar Penilaian Rapor
    Hasil asesmen menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan nilai rapor semester ganjil.
  3. Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Siswa
    Dengan mengikuti asesmen terjadwal, siswa dilatih untuk mempersiapkan diri, mengatur waktu belajar, dan menjaga sikap selama ujian berlangsung.
  4. Memberikan Gambaran Efektivitas Pembelajaran
    Guru dapat melihat keberhasilan strategi dan metode mengajar melalui hasil asesmen, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di semester berikutnya.
  5. Memetakan Kebutuhan Pembinaan dan Remidi
    Hasil ASAS membantu sekolah mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pembelajaran tambahan melalui pekan remidi.

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan akademik siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi bagi peningkatan mutu pembelajaran di semester selanjutnya. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah berharap proses pendidikan semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.