ASAS Ganjil

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 Berjalan Lancar

SMK Negeri Tutur melaksanakan kegiatan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) untuk semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 26 November 2026 hingga 04 Desember 2025. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan melibatkan seluruh guru mata pelajaran serta panitia teknis sekolah.

Meskipun rentang waktu pelaksanaan yang ditetapkan berada dalam periode penyesuaian kalender akademik, kegiatan ASAS tetap berjalan tertib dan kondusif. Siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah disusun dengan sistem pengawasan ruang yang terorganisasi. Panitia juga memastikan sarana pendukung seperti perangkat ujian, ruang kelas, serta pengawasan berjalan optimal.

Setelah kegiatan ASAS berakhir, sekolah menjadwalkan Pekan Remidi, yaitu satu minggu setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dilaksanakan. Remidi diberikan kepada siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran tertentu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian belajar.

Tujuan Pelaksanaan ASAS

  1. Mengukur Penguasaan Kompetensi
    ASAS bertujuan menilai sejauh mana peserta didik menguasai kompetensi dasar yang telah dipelajari selama satu semester.
  2. Sebagai Dasar Penilaian Rapor
    Hasil asesmen menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan nilai rapor semester ganjil.
  3. Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Siswa
    Dengan mengikuti asesmen terjadwal, siswa dilatih untuk mempersiapkan diri, mengatur waktu belajar, dan menjaga sikap selama ujian berlangsung.
  4. Memberikan Gambaran Efektivitas Pembelajaran
    Guru dapat melihat keberhasilan strategi dan metode mengajar melalui hasil asesmen, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di semester berikutnya.
  5. Memetakan Kebutuhan Pembinaan dan Remidi
    Hasil ASAS membantu sekolah mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pembelajaran tambahan melalui pekan remidi.

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan akademik siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi bagi peningkatan mutu pembelajaran di semester selanjutnya. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah berharap proses pendidikan semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

2411.25 Membangun Jalur Karir Siswa Melalui Kolaborasi TNA, LSP, dan BKK 3

Membangun Jalur Karir Siswa Melalui Kolaborasi TNA, LSP, dan BKK

Penguatan kualitas karir siswa SMK tidak lagi bisa mengandalkan pola lama karena dunia kerja
berubah cepat dan standar kompetensi terus meningkat. Perusahaan lebih selektif dalam proses
rekrutmen sehingga sekolah harus mampu menyelaraskan kurikulum dan pelatihan dengan
kebutuhan nyata industri. Dalam konteks inilah workshop Menentukan Kebutuhan Kurikulum
Berbasis SKKNI melalui Penguatan Training Need Analysis (TNA) Bersama Industri Mitra menjadi
sangat penting. Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua BKK SMK se-Kabupaten Pasuruan dengan
menghadirkan narasumber dari Save the Children dan BLK Surabaya yang menawarkan perspektif
pemberdayaan remaja serta standar kompetensi berbasis SKKNI.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan arah kebijakan Perpres Nomor 68 Tahun 2006 tentang
Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas
SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan industri, serta keterlibatan dunia usaha.
Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi sekolah dalam memperkuat penyusunan kurikulum agar
tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Training Need Analysis (TNA) menjadi proses kunci yang membantu sekolah memahami
kompetensi apa yang dibutuhkan industri dan membandingkannya dengan kompetensi yang
dimiliki siswa. Melalui analisis ini, sekolah mampu memetakan kesenjangan kompetensi secara
lebih akurat dan merancang pelatihan yang benar-benar diperlukan. Hasil TNA membantu
memperjelas jalur karir siswa karena kompetensi yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan
lapangan kerja.

Dalam proses ini, LSP, BKK, dan Ketua Program Keahlian memegang peran sentral. LSP
memperkuat validitas kompetensi siswa melalui skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan
industri serta menyediakan asesor berpengalaman sebagai rujukan teknis bagi sekolah. BKK
bertindak sebagai penghubung utama antara sekolah dan perusahaan dengan memanfaatkan hasil
tracer study, umpan balik dari industri, serta tren rekrutmen sebagai dasar penyusunan pelatihan.
Sementara itu, Ketua Program Keahlian menjadi penggerak utama dalam menerapkan hasil TNA
ke dalam kurikulum dengan memetakan ulang materi ajar, menyelaraskan strategi pembelajaran,
serta menyusun roadmap pengembangan kompetensi bagi siswa.

Agar implementasi TNA berjalan efektif, sekolah perlu melakukan identifikasi kompetensi
berdasarkan SKKNI, mengumpulkan data kemampuan siswa, berdiskusi langsung dengan industri,
menganalisis kesenjangan kompetensi, dan merumuskan pelatihan prioritas yang dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala memastikan bahwa pelatihan tetap adaptif
terhadap perubahan kebutuhan industri.

Workshop ini menjadi momentum penting untuk membangun masa depan karir siswa SMK secara
lebih terstruktur karena kolaborasi antara BLK Surabaya, Save the Children, BKK, LSP, dan ketua
program keahlian menunjukkan bahwa pengembangan karir siswa merupakan tanggung jawab
bersama. Dengan pelatihan yang tepat, siswa dapat berkembang menjadi lulusan yang kompeten

secara teknis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai budaya kerja industri, serta
mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kolaborasi inilah yang memungkinkan
terbentuknya jalur karir siswa yang lebih kuat dan berdampak nyata.

2411.25

Membangun Lingkungan Pendidikan yang Sehat : Sinergi SMK Negeri Tutur dengan Dinas Kesehatan dalam rangka Siap Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Penguatan kualitas karir siswa SMK tidak lagi bisa mengandalkan pola lama karena dunia kerja berubah cepat dan standar kompetensi terus meningkat. Perusahaan lebih selektif dalam proses rekrutmen sehingga sekolah harus mampu menyelaraskan kurikulum dan pelatihan dengan kebutuhan nyata industri. Dalam konteks inilah workshop Menentukan Kebutuhan Kurikulum Berbasis SKKNI melalui Penguatan Training Need Analysis (TNA) Bersama Industri Mitra menjadi sangat penting. Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua BKK SMK se-Kabupaten Pasuruan dengan menghadirkan narasumber dari Save the Children dan BLK Surabaya yang menawarkan perspektif pemberdayaan remaja serta standar kompetensi berbasis SKKNI.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan arah kebijakan Perpres Nomor 68 Tahun 2006 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan industri, serta keterlibatan dunia usaha. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi sekolah dalam memperkuat penyusunan kurikulum agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Training Need Analysis (TNA) menjadi proses kunci yang membantu sekolah memahami kompetensi apa yang dibutuhkan industri dan membandingkannya dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Melalui analisis ini, sekolah mampu memetakan kesenjangan kompetensi secara lebih akurat dan merancang pelatihan yang benar-benar diperlukan. Hasil TNA membantu memperjelas jalur karir siswa karena kompetensi yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Dalam proses ini, LSP, BKK, dan Ketua Program Keahlian memegang peran sentral. LSP memperkuat validitas kompetensi siswa melalui skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta menyediakan asesor berpengalaman sebagai rujukan teknis bagi sekolah. BKK bertindak sebagai penghubung utama antara sekolah dan perusahaan dengan memanfaatkan hasil tracer study, umpan balik dari industri, serta tren rekrutmen sebagai dasar penyusunan pelatihan. Sementara itu, Ketua Program Keahlian menjadi penggerak utama dalam menerapkan hasil TNA ke dalam kurikulum dengan memetakan ulang materi ajar, menyelaraskan strategi pembelajaran, serta menyusun roadmap pengembangan kompetensi bagi siswa.

Agar implementasi TNA berjalan efektif, sekolah perlu melakukan identifikasi kompetensi berdasarkan SKKNI, mengumpulkan data kemampuan siswa, berdiskusi langsung dengan industri, menganalisis kesenjangan kompetensi, dan merumuskan pelatihan prioritas yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala memastikan bahwa pelatihan tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Workshop ini menjadi momentum penting untuk membangun masa depan karir siswa SMK secara lebih terstruktur karena kolaborasi antara BLK Surabaya, Save the Children, BKK, LSP, dan ketua program keahlian menunjukkan bahwa pengembangan karir siswa merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pelatihan yang tepat, siswa dapat berkembang menjadi lulusan yang kompeten secara teknis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai budaya kerja industri, serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kolaborasi inilah yang memungkinkan terbentuknya jalur karir siswa yang lebih kuat dan berdampak nyata

Pameran produk unggulan SMKN Tutur

Gelar Karya dan Talkshow PM IN-2 di SMKN 1 Bangil

Pengunjung pameran pada stand SMKN Tutur
Pameran produk unggulan SMKN Tutur

Pasuruan, 22 November 2025 – SMKN Tutur menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran vokasi dengan mengirimkan perwakilan Kepala Sekolah dan guru dalam kegiatan Talkshow PM IN-2 Guru Batch 2 dan Kepala Sekolah. Kegiatan penting ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan pada hari Sabtu, 22 November 2025, bertempat di SMKN 1 Bangil.

Partisipasi Penuh dari Kepala Sekolah dan Guru

Kepala SMKN Tutur, Bapak Anang Prasetya, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program pendidikan mendalam. Kehadiran beliau sekaligus menegaskan kesiapan sekolah untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran.

Selain Kepala Sekolah, beberapa guru kompeten dari SMKN Tutur juga turut berpartisipasi dalam Talkshow tersebut, di antaranya adalah:

 

  • SRI WAHYUNINGSIH.
  • ELISA SETYAWATI.
  • ELCHA BAGUS NARENDRA PUTRA.

Bapak Elcha Bagus Narendra Putra, bersama dengan guru lainnya, diharapkan dapat membawa pulang inspirasi dan praktik-praktik baik yang didapat dari Talkshow tersebut untuk diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan SMKN Tutur.

Fokus pada Peningkatan Mutu Vokasi

Talkshow PM IN-2 ini merupakan tindak lanjut dari surat Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), dengan tujuan untuk Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM IN-2).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola pembelajaran, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Pasuruan.

Kehadiran Kepala Sekolah dan guru SMKN Tutur merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi sekolah sebagai lembaga vokasi yang disiplin dan produktif, siap mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter.

partisipasi SMKN Tutur pada gelar karya di SMKN Bangil
banner no liptsik

Menumbuhkan Kedisiplinan dan Kesederhanaan Melalui Penampilan Siswa

Kedisiplinan dan kesederhanaan merupakan dua nilai penting yang harus ditanamkan kepada seluruh siswa sejak dini. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Salah satu bentuk nyata penerapan nilai tersebut terlihat dari cara siswa menjaga kerapian dan kesesuaian penampilan mereka saat berada di sekolah.

Bagi siswa laki-laki, kerapian rambut menjadi bagian penting dari disiplin diri. Rambut yang dipotong rapi sesuai aturan sekolah mencerminkan sikap tertib, tanggung jawab, dan kesiapan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Penampilan yang rapi tidak hanya membuat siswa lebih nyaman, tetapi juga menunjukkan penghargaan terhadap tata tertib yang berlaku.

Sementara itu, bagi siswi, kesederhanaan dalam berpenampilan menjadi nilai yang sangat dijunjung. Wajah natural tanpa penggunaan kosmetik berlebihan serta seragam yang dikenakan dengan rapi mencerminkan pribadi yang sederhana, percaya diri, dan menghargai norma sekolah. Penampilan yang wajar dan sesuai aturan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan nyaman bagi semua.

Dengan menerapkan aturan terkait kerapian dan kesederhanaan penampilan, sekolah berharap seluruh siswa dapat memahami bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan untuk membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab. Ketika siswa mampu menjaga penampilan diri dengan baik, maka itu adalah langkah awal dalam menumbuhkan sikap positif lainnya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Penerimaan Murid Baru SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026Sesuai Juknis SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur

SMKN Tutur Kabupaten Pasuruan kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Proses penerimaan siswa baru ini dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengatur mekanisme seleksi secara transparan, objektif, dan berkeadilan.Pada tahun ini, SMKN Tutur menyediakan total 9 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per rombel, sehingga jumlah keseluruhan siswa yang akan diterima adalah 324 siswa. Adapun program keahlian yang dibuka sebagai berikut:Teknik Kendaraan Ringan (TKR) – 1 rombelTeknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) – 1 rombelDesain Komunikasi Visual (DKV) – 3 rombelAgribisnis Ternak Ruminansia (ATR) – 3 rombelKesehatan Hewan – 1 rombelProses pendaftaran meliputi beberapa jalur sesuai juknis SPMB, seperti jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, serta jalur reguler. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sehingga memudahkan calon peserta didik dalam melakukan pendaftaran.SMKN Tutur berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan dunia industri, serta berbasis kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Dengan dibukanya SPMB tahun pelajaran 2025/2026 ini, diharapkan sekolah dapat menjaring siswa-siswa terbaik yang siap berkembang dan berprestasi di bidang keahliannya masing-masing.Dengan kapasitas sebanyak 324 siswa, SMKN Tutur siap menyambut peserta didik baru untuk menjadi bagian dari sekolah yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing.

BRUS di SMKN Tutur Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan 3

BRUS di SMKN Tutur: Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

SMKN Tutur menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Dini) pada hari Jumat, 14 November 2025, bertempat di aula sekolah. Acara ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan serta KUA Kecamatan Tutur, dan diikuti oleh para siswi SMKN Tutur.

Kegiatan BRUS tahun ini mengangkat dua tema utama yang sangat relevan bagi remaja, yaitu pendewasaan usia pernikahan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kedua materi tersebut diberikan secara mendalam namun tetap komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para peserta.

Para narasumber menekankan pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki usia pernikahan, baik dari sisi mental, pendidikan, maupun kesehatan. Selain itu, siswi juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya dan dampak serius dari penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana cara menghindari lingkungan yang berisiko.

Menariknya, acara ini dikemas dengan game dan kuis interaktif, sehingga suasana berlangsung lebih hidup dan peserta dapat menyerap materi dengan lebih baik. Para siswi terlihat antusias mengikuti setiap sesi, ditambah dengan pembagian hadiah kecil untuk pemenang permainan dan kuis.

Kegiatan BRUS ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun kesadaran remaja agar mampu mengambil keputusan yang bijak terkait masa depan mereka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga memberikan ruang edukasi positif bagi para pelajar di SMKN Tutur.

Skrining Kesehatan dan Thalasemia (2)

SMKN Tutur Gelar Skrining Kesehatan dan Thalasemia Bersama Dinkes Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar

Tutur — Dalam upaya meningkatkan kesehatan peserta didik dan mendeteksi dini potensi penyakit genetik, SMKN Tutur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar mengadakan kegiatan Skrining Kesehatan Peserta Didik dan Skrining Thalasemia pada Selasa, 11 November 2025 bertempat di Aula SMKN Tutur.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa yang menjadi sasaran skrining dan dilaksanakan oleh tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, analis laboratorium, serta petugas promosi kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan kesehatan umum hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya thalasemia.

Tujuan Kegiatan

Kepala SMKN Tutur menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk:

  1. Mengevaluasi kondisi kesehatan peserta didik agar sekolah dapat memberikan perhatian khusus bagi siswa dengan riwayat kesehatan tertentu.
  2. Mendeteksi dini thalasemia, penyakit kelainan darah yang dapat menurun secara genetik sehingga dapat diantisipasi sejak dini.
  3. Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan, termasuk memahami risiko penyakit bawaan.
  4. Mendukung program pemerintah dalam pemetaan kesehatan remaja sekolah sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Manfaat Bagi Peserta Didik

Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan berbagai manfaat langsung, di antaranya:

  • Mengetahui kondisi kesehatan pribadi, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi fisik umum lainnya.
  • Mendapatkan edukasi kesehatan, terutama terkait pola hidup sehat, pentingnya nutrisi seimbang, dan pencegahan penyakit genetik.
  • Deteksi dini thalasemia, sehingga siswa dan keluarga dapat mendapat rujukan medis maupun konseling bila diperlukan.
  • Mendorong kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pranikah mengingat thalasemia dapat berdampak pada perencanaan keluarga di masa mendatang.

Berjalan Lancar dan Mendapat Respons Positif Kegiatan skrining berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para siswa maupun orang tua. Tim kesehatan memberikan penjelasan sebelum pemeriksaan,

Sosialisasikan Penerimaan Bintara Brimob TA 2026 (2)

Polsek Nongkojajar Sosialisasikan Penerimaan Bintara Brimob TA 2026 kepada Siswa SMKN Tutur

Dalam rangka memberikan informasi karier dan membuka peluang bagi generasi muda, Polsek Nongkojajar melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pendaftaran penerimaan Bintara Brimob Tahun Anggaran 2026 Panda Jawa Timur kepada para siswa SMKN Tutur. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan para pelajar memperoleh informasi resmi dan akurat terkait proses rekrutmen anggota Polri.

Pendaftaran Online Dibuka 10–18 November 2025

Dalam penyampaiannya, petugas dari Polsek Nongkojajar menjelaskan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara online, sementara verifikasi berkas dilaksanakan di Polres setempat. Adapun jadwal pendaftaran telah ditetapkan mulai tanggal:

10 November hingga 18 November 2025

Siswa diberikan arahan mengenai tata cara pengisian formulir online, dokumen yang perlu disiapkan, serta langkah-langkah verifikasi yang harus dipenuhi. Informasi ini disampaikan dengan tujuan agar calon pendaftar dapat mempersiapkan diri sejak awal dan menghindari kesalahan administrasi.

Penjelasan Tahapan Seleksi dan Persyaratan

Dalam sesi sosialisasi, pihak Polsek juga menjelaskan beberapa persyaratan umum penerimaan Bintara Brimob, seperti kesehatan jasmani dan rohani, kelengkapan administrasi, serta komitmen terhadap disiplin dan integritas. Petugas menegaskan bahwa seleksi ini dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari pungutan.

Selain itu, siswa diperkenalkan dengan tahapan seleksi yang meliputi pemeriksaan administrasi, tes kesamaptaan jasmani, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, hingga uji akademik. Dengan penjelasan yang rinci, diharapkan para siswa dapat memahami proses secara menyeluruh.

Meningkatkan Motivasi dan Wawasan Siswa

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memotivasi siswa untuk merencanakan karier sejak dini. Bagi siswa yang berminat menjadi bagian dari Korps Brimob, penyampaian ini menjadi langkah awal yang sangat penting.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu siswa dalam mengenal peluang karier di institusi kepolisian. Sekolah berharap bahwa semakin banyak siswa yang mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dan mempersiapkan diri dengan baik.

sosialisasi anti kekerasan disekolah

SMKN Tutur Ikuti Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah Tahun 2025

Batu — Upaya memperkuat lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah yang digelar pada 5–6 November 2025 di Hotel Batusuki, Kota Batu, seluruh SMK di Jawa Timur didorong untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 SMK Negeri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta 26 sekolah swasta yang turut menjadi peserta. SMKN Tutur menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mewakili Kabupaten Pasuruan, dengan mengirimkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Handayani, S.Pd., dan Ketua OSIS, Satrio Hutama.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya kewajiban guru, tetapi juga melibatkan siswa, orang tua, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu:

  1. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah
    Disampaikan oleh BBPMP Jawa Timur, Kemendikdasmen, materi ini menyoroti mekanisme kerja satgas, alur pelaporan, dan strategi sekolah dalam memastikan respons cepat terhadap kasus kekerasan.
  2. Peran Guru dalam Mendeteksi dan Menangani Kekerasan Anak
    Dipaparkan oleh Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam memberikan perlindungan kepada siswa.
  3. Upaya dan Strategi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar
    Materi dari Polda Jawa Timur ini menekankan pentingnya sinergi pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam mencegah perundungan, tawuran pelajar, serta penyimpangan perilaku lainnya.
  4. Sharing Praktik Baik Sekolah Penerima Penghargaan Cerdas Berkarakter
    Pada sesi ini, tim sekolah yang telah meraih penghargaan berbagi pengalaman terkait penerapan budaya positif dan pembentukan karakter siswa.

Keikutsertaan SMKN Tutur diharapkan mampu memperkuat program perlindungan peserta didik, sekaligus mendorong terciptanya suasana sekolah yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil sosialisasi ini rencananya akan ditindaklanjuti melalui penguatan satgas sekolah, sosialisasi kepada siswa, serta pengembangan kegiatan OSIS yang berfokus pada budaya anti kekerasan.

Dengan kegiatan ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadi provinsi yang proaktif dalam menciptakan iklim pendidikan berkarakter dan bebas kekerasan. SMKN Tutur turut menjadi bagian dari langkah besar tersebut.