Batu — Upaya memperkuat lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah yang digelar pada 5–6 November 2025 di Hotel Batusuki, Kota Batu, seluruh SMK di Jawa Timur didorong untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 SMK Negeri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta 26 sekolah swasta yang turut menjadi peserta. SMKN Tutur menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mewakili Kabupaten Pasuruan, dengan mengirimkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Handayani, S.Pd., dan Ketua OSIS, Satrio Hutama.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya kewajiban guru, tetapi juga melibatkan siswa, orang tua, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu:
- Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Disampaikan oleh BBPMP Jawa Timur, Kemendikdasmen, materi ini menyoroti mekanisme kerja satgas, alur pelaporan, dan strategi sekolah dalam memastikan respons cepat terhadap kasus kekerasan. - Peran Guru dalam Mendeteksi dan Menangani Kekerasan Anak
Dipaparkan oleh Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam memberikan perlindungan kepada siswa. - Upaya dan Strategi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar
Materi dari Polda Jawa Timur ini menekankan pentingnya sinergi pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam mencegah perundungan, tawuran pelajar, serta penyimpangan perilaku lainnya. - Sharing Praktik Baik Sekolah Penerima Penghargaan Cerdas Berkarakter
Pada sesi ini, tim sekolah yang telah meraih penghargaan berbagi pengalaman terkait penerapan budaya positif dan pembentukan karakter siswa.
Keikutsertaan SMKN Tutur diharapkan mampu memperkuat program perlindungan peserta didik, sekaligus mendorong terciptanya suasana sekolah yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil sosialisasi ini rencananya akan ditindaklanjuti melalui penguatan satgas sekolah, sosialisasi kepada siswa, serta pengembangan kegiatan OSIS yang berfokus pada budaya anti kekerasan.
Dengan kegiatan ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadi provinsi yang proaktif dalam menciptakan iklim pendidikan berkarakter dan bebas kekerasan. SMKN Tutur turut menjadi bagian dari langkah besar tersebut.

