Sa rasehan Nasional 2025 03.1225

Sarasehan Nasional 2025: SMKN Tutur Berkomitmen Bersinergi Menciptakan Lulusan Berdaya Saing Global

Kegiatan Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 3 Desember 2025 menjadi langkah strategis bagi peningkatan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri. Acara ini diikuti oleh Kepala Sekolah serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) dari seluruh SMK se-Jawa Timur sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan berdaya saing global.
Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Aris Agung Paewai, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri. Beliau menegaskan bahwa BKK bukan hanya unit administratif, tetapi fondasi penting dalam memetakan peluang kerja, menjalin komunikasi dengan perusahaan, serta memfasilitasi siswa dan lulusan agar memiliki akses karier yang luas.
Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Emil Elestianto Dardak dalam pemaparannya, menyoroti urgensi transformasi SMK agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja masa kini. Peningkatan literasi digital, sertifikasi kompetensi, dan rekonstruksi kurikulum berbasis industri menjadi fokus utama untuk memastikan lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkaian sarasehan juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi nasional, di antaranya Ibu Sri Andayani (Kementerian Perlindungan Pekerja Migran), Bapak Dr. Yopi (BRIN), Bapak Dr. Sulistio Mukti Cahyono (Kemendikdasmen), Bapak Dr. H. Aditya Warman (APINDO), dan Ibu Ema Prihatini (Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI). Para pemateri membahas dinamika dan tantangan di lapangan terkait BKK, perekrutan tenaga kerja, kesiapan kompetensi siswa, hingga perlindungan tenaga kerja migran. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, menampung aspirasi sekolah sekaligus memberikan solusi berbasis kebijakan dan kebutuhan industri.
Tidak hanya penyampaian materi namun juga ada penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan beberapa perusahaan antara lain PT.Charoen Pokphan, Archypelago International, Indonesia Rashion Center, PT. United Tractors, PT. K24 Indonesia yang juga merupakan upaya penyiapan lulusan SMK siap kerja dan siap mandiri menguatakan Indonesia dan persepatan ekonomi Jawa Timur.
Sebagai tindak lanjut dari sarasehan ini, SMKN Tutur berkomitmen untuk memperkuat fungsi Bursa Kerja Khusus melalui peningkatan kolaborasi dengan perusahaan mitra, penyusunan pemetaan kebutuhan kompetensi industri, serta optimalisasi layanan penelusuran tamatan. Sekolah juga akan mendorong implementasi pembelajaran berbasis projek industri dan sertifikasi kompetensi guna memastikan kesiapan kerja siswa sejak dini. Melalui langkah konkret ini, SMKN Tutur bertekad menjadi sekolah vokasi yang adaptif, responsif, serta mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terserap dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di pasar global.