DSC02163_1024x683

WIRATAMA NAWACARITA: Kolaborasi Epik Seni, Informatika, Bahasa Jawa dan Sejarah dalam Ujian Praktik (PSAJ) SMK Negeri Tutur

PASURUAN – Suasana megah dan penuh semangat menyelimuti panggung pertunjukan SMK Negeri Tutur baru-baru ini. Dalam rangka memenuhi tugas akhir siswa kelas 12, sekolah menyelenggarakan sebuah pagelaran seni budaya yang luar biasa bertajuk “WIRATAMA NAWACARITA”.
Acara ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan bentuk inovasi pendidikan melalui Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus: Seni Budaya, Sejarah, Bahasa Jawa, dan Informatika.


Menghidupkan Sejarah Melalui 9 Pertunjukan Teater
Dengan tema besar perjuangan bangsa, siswa kelas 12 dari berbagai kompetensi keahlian (ATRm, KH, DKV, TSM, dan TKR) berhasil mengemas narasi sejarah menjadi pertunjukan teater yang memukau. Sebanyak 9 lakon dipentaskan dengan penuh penghayatan:

  1. Jejak Perlawanan Sultan Agung (12 KH – Sultan Agung Mataram)
  2. Sasmita di Balik Jendela Sakola (12 ATRm 1 – Kisah Dewi Sartika)
  3. Lelampah Sang Suropati (12 ATRm 3 – Untung Suropati)
  4. Tekad Swaraning Jihad (12 DKV 3 – KH. Hasyim Asy’ari)
  5. Api Semangat Sang Proklamator (12 ATRm 2 – Ir. Soekarno)
  6. Teguh Pendirian, Melawan Penjajah (12 TSM – Pangeran Diponegoro)
  7. Panggil Aku Kartini Saja (12 DKV 1 – Kartini )
  8. Bara, Amarah, dan Teriakan Merdeka (12 DKV 2 – Bung Tomo)
  9. Satu Nafas, Satu Tanah Air (12 TKR – Jenderal Soedirman)
    Mengenal PSAJ: Inovasi Evaluasi Akhir Jenjang di SMK
    Kegiatan ini merupakan bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bagi masyarakat yang mungkin masih asing, PSAJ adalah evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir masa sekolah.
    Berbeda dengan ujian konvensional yang hanya berbasis kertas, PSAJ di SMK memberikan fleksibilitas tinggi. Sekolah dapat menentukan bentuk ujiannya, mulai dari portofolio, tes tertulis, hingga unjuk kerja kreatif seperti pagelaran teater ini. Kehadiran bapak Arik Murwanto, M.Pd selaku Pengawas Sekolah dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung objektivitas dan kualitas penilaian karakter serta kompetensi siswa.
    Dalam “Wiratama Nawacarita”, setiap elemen dinilai secara lintas disiplin:
    • Seni Budaya: Menilai tata panggung, kostum, dan penjiwaan karakter.
    • Sejarah: Menilai akurasi fakta sejarah perjuangan yang dibawakan.
    • Bahasa Jawa: Menilai penggunaan unggah-ungguh dan dialek dalam naskah.
    • Informatika: Menilai pemanfaatan teknologi digital, mulai dari script, desain media promosi hingga pengaturan multimedia panggung.

Apresiasi dari Sekolah
Pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya dituntut secara akademis, tetapi juga dilatih memiliki jiwa kepemimpinan (Wiratama) dan kemampuan bercerita (Nawacarita) yang kuat—dua modal penting sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan pendidikan.
“Ini adalah bukti bahwa siswa SMK Negeri Tutur memiliki kreativitas tanpa batas. Mereka mampu menyerap nilai-nilai kepahlawanan dan menyajikannya dalam kemasan modern yang sangat relevan,” ujar perwakilan panitia di atas panggung yang dipenuhi tata cahaya dramatis.
Penyelenggaraan PSAJ tahun ini menjadi bukti nyata bahwa evaluasi akhir bisa dilakukan dengan cara yang sangat seru, bermakna, dan membanggakan. Selamat kepada seluruh siswa kelas 12 atas suksesnya pagelaran Wiratama Nawacarita!

ASAS Ganjil

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 Berjalan Lancar

SMK Negeri Tutur melaksanakan kegiatan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) untuk semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 26 November 2026 hingga 04 Desember 2025. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan melibatkan seluruh guru mata pelajaran serta panitia teknis sekolah.

Meskipun rentang waktu pelaksanaan yang ditetapkan berada dalam periode penyesuaian kalender akademik, kegiatan ASAS tetap berjalan tertib dan kondusif. Siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah disusun dengan sistem pengawasan ruang yang terorganisasi. Panitia juga memastikan sarana pendukung seperti perangkat ujian, ruang kelas, serta pengawasan berjalan optimal.

Setelah kegiatan ASAS berakhir, sekolah menjadwalkan Pekan Remidi, yaitu satu minggu setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dilaksanakan. Remidi diberikan kepada siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran tertentu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian belajar.

Tujuan Pelaksanaan ASAS

  1. Mengukur Penguasaan Kompetensi
    ASAS bertujuan menilai sejauh mana peserta didik menguasai kompetensi dasar yang telah dipelajari selama satu semester.
  2. Sebagai Dasar Penilaian Rapor
    Hasil asesmen menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan nilai rapor semester ganjil.
  3. Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Siswa
    Dengan mengikuti asesmen terjadwal, siswa dilatih untuk mempersiapkan diri, mengatur waktu belajar, dan menjaga sikap selama ujian berlangsung.
  4. Memberikan Gambaran Efektivitas Pembelajaran
    Guru dapat melihat keberhasilan strategi dan metode mengajar melalui hasil asesmen, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di semester berikutnya.
  5. Memetakan Kebutuhan Pembinaan dan Remidi
    Hasil ASAS membantu sekolah mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pembelajaran tambahan melalui pekan remidi.

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan akademik siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi bagi peningkatan mutu pembelajaran di semester selanjutnya. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah berharap proses pendidikan semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.