PASURUAN – Suasana megah dan penuh semangat menyelimuti panggung pertunjukan SMK Negeri Tutur baru-baru ini. Dalam rangka memenuhi tugas akhir siswa kelas 12, sekolah menyelenggarakan sebuah pagelaran seni budaya yang luar biasa bertajuk “WIRATAMA NAWACARITA”.
Acara ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan bentuk inovasi pendidikan melalui Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus: Seni Budaya, Sejarah, Bahasa Jawa, dan Informatika.
Menghidupkan Sejarah Melalui 9 Pertunjukan Teater
Dengan tema besar perjuangan bangsa, siswa kelas 12 dari berbagai kompetensi keahlian (ATRm, KH, DKV, TSM, dan TKR) berhasil mengemas narasi sejarah menjadi pertunjukan teater yang memukau. Sebanyak 9 lakon dipentaskan dengan penuh penghayatan:
- Jejak Perlawanan Sultan Agung (12 KH – Sultan Agung Mataram)
- Sasmita di Balik Jendela Sakola (12 ATRm 1 – Kisah Dewi Sartika)
- Lelampah Sang Suropati (12 ATRm 3 – Untung Suropati)
- Tekad Swaraning Jihad (12 DKV 3 – KH. Hasyim Asy’ari)
- Api Semangat Sang Proklamator (12 ATRm 2 – Ir. Soekarno)
- Teguh Pendirian, Melawan Penjajah (12 TSM – Pangeran Diponegoro)
- Panggil Aku Kartini Saja (12 DKV 1 – Kartini )
- Bara, Amarah, dan Teriakan Merdeka (12 DKV 2 – Bung Tomo)
- Satu Nafas, Satu Tanah Air (12 TKR – Jenderal Soedirman)
Mengenal PSAJ: Inovasi Evaluasi Akhir Jenjang di SMK
Kegiatan ini merupakan bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bagi masyarakat yang mungkin masih asing, PSAJ adalah evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir masa sekolah.
Berbeda dengan ujian konvensional yang hanya berbasis kertas, PSAJ di SMK memberikan fleksibilitas tinggi. Sekolah dapat menentukan bentuk ujiannya, mulai dari portofolio, tes tertulis, hingga unjuk kerja kreatif seperti pagelaran teater ini. Kehadiran bapak Arik Murwanto, M.Pd selaku Pengawas Sekolah dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung objektivitas dan kualitas penilaian karakter serta kompetensi siswa.
Dalam “Wiratama Nawacarita”, setiap elemen dinilai secara lintas disiplin:
• Seni Budaya: Menilai tata panggung, kostum, dan penjiwaan karakter.
• Sejarah: Menilai akurasi fakta sejarah perjuangan yang dibawakan.
• Bahasa Jawa: Menilai penggunaan unggah-ungguh dan dialek dalam naskah.
• Informatika: Menilai pemanfaatan teknologi digital, mulai dari script, desain media promosi hingga pengaturan multimedia panggung.
Apresiasi dari Sekolah
Pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya dituntut secara akademis, tetapi juga dilatih memiliki jiwa kepemimpinan (Wiratama) dan kemampuan bercerita (Nawacarita) yang kuat—dua modal penting sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan pendidikan.
“Ini adalah bukti bahwa siswa SMK Negeri Tutur memiliki kreativitas tanpa batas. Mereka mampu menyerap nilai-nilai kepahlawanan dan menyajikannya dalam kemasan modern yang sangat relevan,” ujar perwakilan panitia di atas panggung yang dipenuhi tata cahaya dramatis.
Penyelenggaraan PSAJ tahun ini menjadi bukti nyata bahwa evaluasi akhir bisa dilakukan dengan cara yang sangat seru, bermakna, dan membanggakan. Selamat kepada seluruh siswa kelas 12 atas suksesnya pagelaran Wiratama Nawacarita!


