apel pagi siswa siswi smkn tutur s menjelang libur hari raya idul fitri 1447 Hijriyah

Apel Pagi Menjelang Libur Lebaran 1447 H: Kepala SMKN Tutur Titipkan Pesan Karakter dan Keselamatan

PASURUAN – Menjelang cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, keluarga besar SMKN Tutur menggelar Apel Pagi khusus pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kesiswaan ini menjadi momen penting untuk memberikan pengarahan terakhir kepada seluruh siswa sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan kemenangan.

Suasana pagi di lapangan sekolah terasa syahdu dan penuh khidmat. Apel ini merupakan agenda penutup rangkaian kegiatan sekolah di penghujung Ramadan, sekaligus menandai dimulainya masa libur lebaran bagi seluruh civitas akademika.

Pesan Mendalam Bapak Kepala Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel. Beliau memberikan sambutan yang menyentuh hati serta beberapa pesan kunci untuk dipedomani oleh para siswa selama masa liburan:

  • Menjaga Ibadah di Hari Kemenangan: Beliau berpesan agar nilai-nilai disiplin dan ibadah yang telah ditempa selama Pondok Ramadhan tidak luntur begitu saja. “Ramadan adalah madrasah, dan ujian aslinya adalah bagaimana kita bersikap setelah Ramadan usai,” tegas beliau.
  • Keselamatan Selama Mudik: Mengingat banyaknya siswa yang akan melakukan perjalanan, beliau menekankan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya dan berhati-hati saat berkendara.
  • Menjaga Nama Baik Almamater: Beliau mengingatkan agar siswa tetap menunjukkan akhlakul karimah (akhlak terpuji) di tengah masyarakat, mencerminkan identitas siswa SMKN Tutur yang santun dan religius.
  • Permohonan Maaf Lahir dan Batin: Menutup sambutannya, Bapak Sugeng Widodo secara pribadi dan mewakili seluruh staf pengajar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh siswa dan keluarganya.

Arahan dari Bidang Kesiswaan

Tim Kesiswaan SMKN Tutur juga memberikan arahan terkait teknis libur sekolah dan tanggal kembali masuk sekolah. Siswa diingatkan untuk tetap menyelesaikan tugas-tugas mandiri jika ada, serta tidak berlebihan dalam merayakan euforia lebaran agar saat masuk sekolah nanti tetap dalam kondisi prima.

Kegiatan apel pagi ini ditutup dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman (mushafahah) antara siswa dan guru. Senyum merekah di wajah para siswa, menandakan kesiapan mereka menyambut hari raya dengan hati yang bersih.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
SMKN Tutur Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako di Puncak Pondok Ramadhan 1447 H

Wujudkan Kepedulian, SMKN Tutur Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako di Puncak Pondok Ramadhan 1447 H

PASURUAN – Semangat berbagi dan kepedulian sosial terpancar kuat di lingkungan SMKN Tutur. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai religius yang telah dipelajari selama bulan suci, para siswa SMKN Tutur menggelar aksi bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar sekolah pada Jumat, 13 Maret 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di depan kantor Tata Usaha (TU) SMKN Tutur. Sejak pagi, antusiasme warga terlihat saat menyambut uluran tangan dari para siswa yang tergabung dalam tim OSIS selaku panitia pelaksana.

Puncak Kegiatan Pondok Ramadhan
Aksi bagi-bagi sembako ini bukan sekadar agenda mendadak, melainkan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sebagai informasi, siswa-siswi SMKN Tutur telah mengikuti pendalaman materi keagamaan secara intensif mulai tanggal 23 Februari hingga 2 Maret 2026.

Penyerahan sembako secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap inisiatif dan kemandirian para siswa dalam mengelola kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari pendidikan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Semoga bantuan yang diberikan oleh para siswa ini dapat bermanfaat bagi warga,” ujar Bapak Sugeng Widodo.

Dikelola oleh Siswa untuk Masyarakat
Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah seluruh proses distribusi dikomandoi langsung oleh tim OSIS. Mereka dengan sigap mengatur alur pembagian agar tetap tertib dan tepat sasaran. Sembako yang dibagikan merupakan hasil pengumpulan sukarela dari para siswa SMKN Tutur, yang kemudian disalurkan kembali kepada warga yang membutuhkan di sekitar area sekolah.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara SMKN Tutur dengan masyarakat sekitar semakin erat, serta menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar sekolah di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini.

Penyerahan sembako secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag.
Penyerahan sembako oleh anggota osis SMKN TUTUR
Dies natalis

“Dari Tasyakuran Hingga Konser Seni: Perayaan ke-22 SMKN Tutur Buktikan Siswa Siap ‘Shine”

TUTUR – SMKN Tutur merayakan hari jadinya yang ke-22 dengan penuh rasa syukur. Kegiatan Dies Natalis yang berlangsung selama dua hari (17-18 Desember 2025) ini mengusung tema besar STARS, sebuah akronim dari SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine.
Rangkaian acara dimulai pada Rabu, 17 Desember 2025, dengan agenda utama Tasyakuran. Acara ini menjadi momen refleksi sekaligus ucapan syukur atas perjalanan sekolah selama lebih dari dua dekade. Diawali dengan penampilan ekstrakuriler Al-Banjari asuhan Bapak Zainul Arifin menjadi pembuka penuh syahdu acara Dies Natalis ini. Hadir sebagai penceramah utama adalah Bapak Imam Muhlis, S.Pd., M.PdI., CDAI. Beliau bukan hanya merupakan bagian dari keluarga besar SMKN Tutur, namun juga seorang pendidik yang telah diakui secara nasional melalui sertifikasi DAI.
Dalam ceramahnya, Bapak Imam Muhlis memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi seluruh warga sekolah agar selaras dengan tema STARS—yakni terus meraih prestasi, bangkit dari tantangan, dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar.
Semangat tema STARS (SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine) benar-benar terpancar nyata pada puncak peringatan Dies Natalis SMKN Tutur ke-22 yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025. Jika hari pertama diwarnai dengan suasana khidmat tasyakuran, hari kedua menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh siswa dalam sebuah gelaran seni yang spektakuler.
Kreativitas dari Siswa untuk Sekolah Panggung utama Dies Natalis menjadi bukti betapa luar biasanya talenta yang dimiliki oleh siswa-siswi SMKN Tutur. Setiap kelas, tanpa terkecuali, turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai pertunjukan yang mengagumkan.
Di buka oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, di damping Waka Keseiswaan Ibu Sri handayani,S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan penuh seluruh siswa dan juga bapak/ibu guru dalam gelaran acara peringatan Diesnatalis SMKN Tutur. Gelaran seni ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wadah untuk membentuk karakter, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa.
Penonton disuguhi dengan kontras keindahan antara modernitas dan tradisi. Penampilan tari modern yang enerjik bersanding elok dengan tari tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Tari tradisional yang ditampilkan bukan sekadar gerak, melainkan sarat akan filosofi makna hidup dan keluhuran budaya Indonesia.
Tak hanya tari, panggung juga dimeriahkan oleh:
• Seni Suara: Penampilan menyanyi yang memukau dari perwakilan siswa.
• Seni Bela Diri: Atraksi silat yang menunjukkan ketangkasan dan kedisiplinan.
• Sastra: Pembacaan puisi yang menyentuh hati, menambah kedalaman makna pada perayaan tahun ini.
Kehadiran Bintang Tamu dan Kepulangan Sang Alumni Suasana semakin meriah saat Guest Star yang dinanti-nantikan naik ke panggung. Yello Band, grup musik asal Surabaya, berhasil membakar semangat seluruh warga sekolah dengan performa musik mereka yang dinamis.
Kehadiran para alumni di acara ini juga menjadi sebuah hal special bagi sekolah, Bagal Oksa , Ricky, Andika Saputra dan Elsa Amalia. Penampilan Elsa sebagai seorang alumni SMKN Tutur yang kini telah meniti karier, kehadirannya juga menjadi inspirasi nyata bagi adik-adik kelasnya. Penampilan Elsa di atas panggung menjadi bukti konkret dari poin “Shine”.
Dengan berakhirnya rangkaian acara selama dua hari ini, SMKN Tutur semakin mantap untuk terus melangkah (Achieve), bangkit menghadapi tantangan (Rise), dan tetap bersinar (Shine) sebagai institusi pendidikan unggulan di masa depan.

Estafet Kepemimpinan SMKN Tutur3

Estafet Kepemimpinan SMKN Tutur: Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Komitmen Menuju Sekolah Unggul

Tutur, 15 Desember 2025. Kegiatan pisah sambut Kepala SMKN Tutur dilaksanakan dengan khidmat dan penuh kehangatan sebagai momentum penting dalam kesinambungan kepemimpinan sekolah. Acara ini menandai peralihan tugas dari Bapak Anang Prasetya, M.Pd selaku kepala sekolah lama kepada Bapak Sugeng Widodo, S.Ag sebagai kepala sekolah yang baru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pasuruan beserta istri, Kasi PMK, pengawas SMK, serta jajaran MKKS SMK Negeri dan Swasta Kabupaten dan Kota Pasuruan. Hadir pula unsur Muspika Kecamatan Tutur, yaitu Bapak Camat Tutur, Kepala Koramil, dan Kapolsek Kecamatan Tutur, Komite SMKN Tutur, serta perwakilan guru dari SMKN 1 Nguling Pasuruan. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap kemajuan SMKN Tutur.
Dalam sambutannya, Bapak Anang Prasetya, M.Pd menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa capaian dan perkembangan SMKN Tutur bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi, komunikasi, dan komitmen bersama. Bapak Anang juga menyampaikan harapan agar program-program baik yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan, terutama dalam penguatan karakter siswa, peningkatan kualitas pembelajaran, serta sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag dalam sambutan perdananya sebagai Kepala SMKN Tutur menyampaikan komitmen untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, saling menghargai, dan adaptif terhadap perubahan. Bapak Sugeng juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bergerak bersama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, serta menjadikan SMKN Tutur sebagai sekolah yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pasuruan dalam arahannya menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penguatan dan penyegaran. Ia mengapresiasi dedikasi Bapak Anang Prasetya, M.Pd atas kontribusi dan pengabdiannya, sekaligus menyampaikan dukungan penuh kepada Bapak Sugeng Widodo, S.Ag dalam mengemban amanah baru. Dalam pesannya, Bapak Kacabdin menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner, penguatan manajemen sekolah, serta optimalisasi kemitraan dengan dunia industri dan masyarakat demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap SMK.
Melalui kegiatan pisah sambut ini, SMKN Tutur diharapkan semakin solid dalam melangkah ke depan dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat. Sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama untuk mendorong kemajuan sekolah. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda pergantian kepemimpinan, tetapi juga titik awal untuk memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan SMKN Tutur yang maju, bermutu, dan mampu mencetak lulusan yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan masa depan.

IMG-20251209-WA0014

Wujudkan Generasi Unggul Berkarakter, SMKN Tutur Bersiap Terapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”

Tutur, 24 November 2025 – SMKN Tutur menunjukkan komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berkarakter kuat. Setelah mengikuti workshop intensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Penguatan Karakter, SMKN Tutursecara resmi mengumumkan rencana implementasi program nasional “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di lingkungan sekolah.

Langkah ini diambil menyikapi urgensi pembentukan karakter yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, yang menuntut lulusan SMK tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan mentalitas yang sehat.

Fondasi Program: PHBS dan Karakter

Workshop yang diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan SMKN Tuturini menekankan pentingnya PHBS sebagai fondasi fisik dalam pembentukan karakter. Berdasarkan materi yang didalami, terdapat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang akan dibiasakan secara bertahap di sekolah, meliputi:

  • Bangun Pagi (Melatih kedisiplinan).
  • Beribadah (Memperkuat nilai spiritual).
  • Berolahraga (Menjaga kebugaran fisik dan mental).
  • Makan Sehat dan Bergizi (Dasar pertumbuhan optimal).
  • Gemar Belajar (Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas).
  • Bermasyarakat (Membangun kepedulian sosial).
  • Tidur Cepat/Cukup (Kunci keseimbangan dan regenerasi).

Komitmen Kepala Sekolah

Anang Prasetya, S.Pd., Kepala SMK Tutur, menyampaikan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk kesuksesan siswa di masa depan.

” Workshop ini memberikan kami panduan praktis bahwa karakter tidak dibentuk dengan teori, melainkan dengan pembiasaan harian. Tujuh kebiasaan ini—mulai dari bangun pagi hingga makan sehat—adalah kurikulum tak tertulis yang sangat krusial. Seorang lulusan SMK yang kompeten di bidangnya, namun tidak disiplin dan tidak peduli kesehatan, akan sulit bersaing,” ujar Bapak Anang.

 

Tahap Sosialisasi Menanti Persiapan Matang

Meskipun komitmen implementasi telah dicanangkan sejak 24 November, pihak sekolah menginformasikan bahwa kegiatan sosialisasi massal kepada seluruh siswa dan orang tua mengenai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” masih menunggu persiapan infrastruktur dan perangkat pendukung yang lebih matang.

“Kami tidak ingin program ini hanya hangat di awal. Kami tengah memastikan seluruh elemen—mulai dari penyediaan tempat cuci tangan yang memadai, pengawasan kantin sehat, hingga jadwal rutin senam pagi—benar-benar siap. Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat akan kami lakukan segera setelah semua perangkat siap 100%, sehingga implementasinya bisa optimal dan berkelanjutan,” tambah Kepala Sekolah.

Diharapkan, dengan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah dan orang tua, SMKN Tuturdapat segera meluncurkan program ini dan menjadi pionir dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

Tim BK, BKK, dan Otomotif SMKN ke SMK Branta Karangkates

Belajar dari Praktik Baik: Tim BK, BKK, dan Otomotif SMKN Tutur Kunjungi SMK Brantas Karangkates Malang


Kegiatan Studi Tiru (sering disebut benchmarking) ke sekolah unggulan merupakan langkah strategis bagi institusi pendidikan untuk melakukan akselerasi kualitas. Fokus pada Bursa Kerja Khusus (BKK), penguatan karakter, dan pola pembelajaran bertujuan untuk menciptakan ekosistem sekolah yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kegiatan kunjungan ke SMK Brantas Karangkates, Kabupaten Malang, dilaksanakan sebagai bagian dari program studi tiru yang melibatkan Tim Bursa Kerja Khusus (BKK), Tim Bimbingan dan Konseling (BK), serta Tim Keahlian Otomotif SMK Negeri Tutur. Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk melihat secara langsung praktik-praktik baik (best practices) yang telah diterapkan oleh SMK Brantas Karangkates dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya pada aspek pelayanan BK, penyaluran alumni melalui BKK, serta proses pembelajaran pada kompetensi keahlian otomotif. Dalam konteks tantangan pendidikan vokasi saat ini—mulai dari tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, kebutuhan soft skills lulusan, hingga relevansi kompetensi dengan industri—studi tiru menjadi strategi yang realistis dan efektif untuk mempercepat peningkatan mutu. SMK Brantas Karangkates dipilih karena dikenal memiliki sistem tata kelola layanan siswa dan alumni yang relatif tertata, serta memiliki jejaring kerja sama yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kunjungan ini, diharapkan tim dari SMKN Tutur tidak hanya memperoleh gambaran teknis, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana sebuah sekolah membangun budaya kerja kolaboratif, berorientasi layanan, dan berfokus pada keberlanjutan lulusan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.Fokus utama dalam kegiatan studi tiru ini adalah percepatan kualitas pelayanan Bimbingan dan Konseling. Layanan BK tidak hanya diposisikan sebagai ruang penanganan masalah siswa, tetapi sebagai mitra strategis dalam pengembangan karakter, perencanaan karier, serta kesiapan mental siswa menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Praktik layanan klasikal, layanan kelompok, hingga konseling individual ditunjang dengan administrasi yang rapi dan pemanfaatan data siswa secara optimal. Tim BK juga berdiskusi mengenai strategi membangun kedekatan dengan siswa tanpa menghilangkan profesionalitas, serta bagaimana kolaborasi antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua dapat berjalan efektif. Misalnya adanya kunjungan malam untuk siswa, walaupun tidak semua siswa dikunjungi malam hari, namun dengan kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya dan bentuk perhatian sekolah kepada siswa. Kegiatan ini tidak serta merta tiba-tiba saja dilakukan namun berdasarkan hasil evaluasi hasil MCU ketika masuk ke perusahaan. Hal yang menjadi catatan penting adalah pendekatan preventif dan pengembangan yang lebih diutamakan dibandingkan pendekatan kuratif semata. Melalui diskusi ini, tim BK SMKN Tutur memperoleh banyak insight tentang pentingnya perencanaan program BK berbasis kebutuhan riil siswa, penggunaan instrumen asesmen yang tepat, serta keberanian melakukan inovasi layanan agar BK tidak lagi dipersepsikan sebagai “ruang hukuman”, melainkan sebagai ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Selain pelayanan BK, kegiatan studi tiru juga menitikberatkan pada penguatan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam penyaluran alumni. Tim BKK SMKN Tutur mempelajari bagaimana SMK Brantas Karangkates mengelola data alumni secara berkelanjutan, membangun komunikasi aktif dengan lulusan, serta menjaga hubungan jangka panjang dengan mitra industri. BKK tidak hanya bekerja pada saat siswa kelas XII akan lulus, tetapi sudah terlibat sejak proses pemetaan minat, bakat, dan rencana karier siswa. Sistem tracer study yang dijalankan memberikan gambaran nyata tentang serapan lulusan di dunia kerja, sehingga sekolah memiliki dasar yang kuat untuk melakukan perbaikan kurikulum dan pembelajaran. Diskusi juga menyoroti pentingnya branding sekolah dan lulusan, termasuk bagaimana BKK berperan dalam membangun citra positif lulusan SMK di mata industri. Tim BKK SMKN Tutur mencermati bahwa keberhasilan penyaluran alumni tidak lepas dari konsistensi, kejujuran dalam menyampaikan kompetensi lulusan, serta kesiapan mental dan etos kerja alumni itu sendiri. Dari sini, semakin jelas bahwa peran BKK sangat erat dengan layanan BK dan pembelajaran di jurusan, sehingga ketiganya tidak dapat berjalan secara terpisah.
Pada aspek pembelajaran, khususnya di jurusan otomotif, tim otomotif SMKN Tutur memperoleh kesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses pembelajaran praktik dan teori dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri. SMK Brantas Karangkates menekankan pembelajaran berbasis praktik nyata, pemecahan masalah (problem-based learning), serta penanaman budaya kerja industri sejak dini. Fasilitas praktik dimanfaatkan secara optimal, dan guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Kolaborasi dengan industri tidak hanya berbentuk praktik kerja lapangan, tetapi juga dalam penyusunan materi ajar, pembaruan kompetensi guru, hingga uji kompetensi siswa. Tim otomotif SMKN Tutur mencatat bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana, tetapi oleh mindset pendidik dan manajemen pembelajaran yang konsisten. Diskusi antartim membuka ruang refleksi tentang tantangan yang dihadapi masing-masing sekolah, sekaligus memunculkan ide-ide realistis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan karakteristik SMKN Tutur.
Secara keseluruhan, kegiatan studi tiru ke SMK Brantas Karangkates Malang memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi Tim BKK, Tim BK, dan Tim Otomotif SMKN Tutur. Kunjungan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi lintas unit, keterbukaan untuk belajar dari praktik baik sekolah lain, serta komitmen untuk melakukan perubahan secara bertahap namun konsisten. Hasil dari studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk perencanaan program, penyesuaian layanan, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja. Dengan semangat saling belajar dan berbagi, SMKN Tutur dapat mempercepat akselerasi kualitas pelayanan BK, optimalisasi peran BKK dalam penyaluran alumni, serta peningkatan mutu pembelajaran di jurusan otomotif. Pada akhirnya, tujuan besar dari seluruh proses ini adalah menghadirkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara karakter, siap bekerja, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

ASAS day 6

Pelaksanaan ASAS Hari ke-6 di SMK Negeri Tutur Mendapat Kunjungan Pengawas Cabang Dinas

Pelaksanaan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) hari ke-6 di SMK Negeri Tutur pada Kamis, 03 Desember 2025 berlangsung dengan tertib dan lancar. Kegiatan pada hari tersebut terasa lebih istimewa karena sekolah mendapat kunjungan langsung dari Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan, Bapak Arik Murwanto, M.Pd.

Setiba di sekolah, beliau disambut oleh pimpinan sekolah dan koordinator kurikulum yang sekaligus menjadi penanggung jawab pelaksanaan ASAS. Setelah menerima paparan singkat terkait teknis pelaksanaan asesmen, Bapak Arik Murwanto, M.Pd. melakukan peninjauan langsung ke beberapa ruang ujian.

Dalam kunjungannya, beliau menyempatkan diri bertatap muka dengan peserta didik yang sedang melaksanakan ujian. Dengan penuh keteladanan, beliau memberikan arahan dan motivasi agar para peserta didik tetap fokus, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan soal. Beliau juga menekankan pentingnya kesiapan mental serta sikap disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Kehadiran pengawas memberikan suasana positif bagi peserta didik dan menjadi dorongan tersendiri agar mereka lebih bersemangat dalam menyelesaikan asesmen. Guru dan panitia ASAS juga merasa terbantu dengan adanya saran serta apresiasi yang diberikan selama sesi monitoring.

Dengan kunjungan tersebut, diharapkan mutu pelaksanaan asesmen di SMK Negeri Tutur semakin meningkat dan mampu mencerminkan budaya belajar yang berkualitas dan berintegritas.

Kunjungan pengawas diruang Bapak Kepala Sekolah
Sa rasehan Nasional 2025 03.1225

Sarasehan Nasional 2025: SMKN Tutur Berkomitmen Bersinergi Menciptakan Lulusan Berdaya Saing Global

Kegiatan Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 3 Desember 2025 menjadi langkah strategis bagi peningkatan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri. Acara ini diikuti oleh Kepala Sekolah serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) dari seluruh SMK se-Jawa Timur sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan berdaya saing global.
Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Aris Agung Paewai, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri. Beliau menegaskan bahwa BKK bukan hanya unit administratif, tetapi fondasi penting dalam memetakan peluang kerja, menjalin komunikasi dengan perusahaan, serta memfasilitasi siswa dan lulusan agar memiliki akses karier yang luas.
Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Emil Elestianto Dardak dalam pemaparannya, menyoroti urgensi transformasi SMK agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja masa kini. Peningkatan literasi digital, sertifikasi kompetensi, dan rekonstruksi kurikulum berbasis industri menjadi fokus utama untuk memastikan lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkaian sarasehan juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi nasional, di antaranya Ibu Sri Andayani (Kementerian Perlindungan Pekerja Migran), Bapak Dr. Yopi (BRIN), Bapak Dr. Sulistio Mukti Cahyono (Kemendikdasmen), Bapak Dr. H. Aditya Warman (APINDO), dan Ibu Ema Prihatini (Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI). Para pemateri membahas dinamika dan tantangan di lapangan terkait BKK, perekrutan tenaga kerja, kesiapan kompetensi siswa, hingga perlindungan tenaga kerja migran. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, menampung aspirasi sekolah sekaligus memberikan solusi berbasis kebijakan dan kebutuhan industri.
Tidak hanya penyampaian materi namun juga ada penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan beberapa perusahaan antara lain PT.Charoen Pokphan, Archypelago International, Indonesia Rashion Center, PT. United Tractors, PT. K24 Indonesia yang juga merupakan upaya penyiapan lulusan SMK siap kerja dan siap mandiri menguatakan Indonesia dan persepatan ekonomi Jawa Timur.
Sebagai tindak lanjut dari sarasehan ini, SMKN Tutur berkomitmen untuk memperkuat fungsi Bursa Kerja Khusus melalui peningkatan kolaborasi dengan perusahaan mitra, penyusunan pemetaan kebutuhan kompetensi industri, serta optimalisasi layanan penelusuran tamatan. Sekolah juga akan mendorong implementasi pembelajaran berbasis projek industri dan sertifikasi kompetensi guna memastikan kesiapan kerja siswa sejak dini. Melalui langkah konkret ini, SMKN Tutur bertekad menjadi sekolah vokasi yang adaptif, responsif, serta mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terserap dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di pasar global.

ASAS Ganjil

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 Berjalan Lancar

SMK Negeri Tutur melaksanakan kegiatan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) untuk semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 26 November 2026 hingga 04 Desember 2025. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan melibatkan seluruh guru mata pelajaran serta panitia teknis sekolah.

Meskipun rentang waktu pelaksanaan yang ditetapkan berada dalam periode penyesuaian kalender akademik, kegiatan ASAS tetap berjalan tertib dan kondusif. Siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah disusun dengan sistem pengawasan ruang yang terorganisasi. Panitia juga memastikan sarana pendukung seperti perangkat ujian, ruang kelas, serta pengawasan berjalan optimal.

Setelah kegiatan ASAS berakhir, sekolah menjadwalkan Pekan Remidi, yaitu satu minggu setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dilaksanakan. Remidi diberikan kepada siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran tertentu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki capaian belajar.

Tujuan Pelaksanaan ASAS

  1. Mengukur Penguasaan Kompetensi
    ASAS bertujuan menilai sejauh mana peserta didik menguasai kompetensi dasar yang telah dipelajari selama satu semester.
  2. Sebagai Dasar Penilaian Rapor
    Hasil asesmen menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan nilai rapor semester ganjil.
  3. Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab Siswa
    Dengan mengikuti asesmen terjadwal, siswa dilatih untuk mempersiapkan diri, mengatur waktu belajar, dan menjaga sikap selama ujian berlangsung.
  4. Memberikan Gambaran Efektivitas Pembelajaran
    Guru dapat melihat keberhasilan strategi dan metode mengajar melalui hasil asesmen, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di semester berikutnya.
  5. Memetakan Kebutuhan Pembinaan dan Remidi
    Hasil ASAS membantu sekolah mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pembelajaran tambahan melalui pekan remidi.

Kegiatan ASAS di SMK Negeri Tutur diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan akademik siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi bagi peningkatan mutu pembelajaran di semester selanjutnya. Dengan dukungan seluruh pihak, sekolah berharap proses pendidikan semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

2411.25 Membangun Jalur Karir Siswa Melalui Kolaborasi TNA, LSP, dan BKK 3

Membangun Jalur Karir Siswa Melalui Kolaborasi TNA, LSP, dan BKK

Penguatan kualitas karir siswa SMK tidak lagi bisa mengandalkan pola lama karena dunia kerja
berubah cepat dan standar kompetensi terus meningkat. Perusahaan lebih selektif dalam proses
rekrutmen sehingga sekolah harus mampu menyelaraskan kurikulum dan pelatihan dengan
kebutuhan nyata industri. Dalam konteks inilah workshop Menentukan Kebutuhan Kurikulum
Berbasis SKKNI melalui Penguatan Training Need Analysis (TNA) Bersama Industri Mitra menjadi
sangat penting. Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua BKK SMK se-Kabupaten Pasuruan dengan
menghadirkan narasumber dari Save the Children dan BLK Surabaya yang menawarkan perspektif
pemberdayaan remaja serta standar kompetensi berbasis SKKNI.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan arah kebijakan Perpres Nomor 68 Tahun 2006 tentang
Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas
SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan industri, serta keterlibatan dunia usaha.
Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi sekolah dalam memperkuat penyusunan kurikulum agar
tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Training Need Analysis (TNA) menjadi proses kunci yang membantu sekolah memahami
kompetensi apa yang dibutuhkan industri dan membandingkannya dengan kompetensi yang
dimiliki siswa. Melalui analisis ini, sekolah mampu memetakan kesenjangan kompetensi secara
lebih akurat dan merancang pelatihan yang benar-benar diperlukan. Hasil TNA membantu
memperjelas jalur karir siswa karena kompetensi yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan
lapangan kerja.

Dalam proses ini, LSP, BKK, dan Ketua Program Keahlian memegang peran sentral. LSP
memperkuat validitas kompetensi siswa melalui skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan
industri serta menyediakan asesor berpengalaman sebagai rujukan teknis bagi sekolah. BKK
bertindak sebagai penghubung utama antara sekolah dan perusahaan dengan memanfaatkan hasil
tracer study, umpan balik dari industri, serta tren rekrutmen sebagai dasar penyusunan pelatihan.
Sementara itu, Ketua Program Keahlian menjadi penggerak utama dalam menerapkan hasil TNA
ke dalam kurikulum dengan memetakan ulang materi ajar, menyelaraskan strategi pembelajaran,
serta menyusun roadmap pengembangan kompetensi bagi siswa.

Agar implementasi TNA berjalan efektif, sekolah perlu melakukan identifikasi kompetensi
berdasarkan SKKNI, mengumpulkan data kemampuan siswa, berdiskusi langsung dengan industri,
menganalisis kesenjangan kompetensi, dan merumuskan pelatihan prioritas yang dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala memastikan bahwa pelatihan tetap adaptif
terhadap perubahan kebutuhan industri.

Workshop ini menjadi momentum penting untuk membangun masa depan karir siswa SMK secara
lebih terstruktur karena kolaborasi antara BLK Surabaya, Save the Children, BKK, LSP, dan ketua
program keahlian menunjukkan bahwa pengembangan karir siswa merupakan tanggung jawab
bersama. Dengan pelatihan yang tepat, siswa dapat berkembang menjadi lulusan yang kompeten

secara teknis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai budaya kerja industri, serta
mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kolaborasi inilah yang memungkinkan
terbentuknya jalur karir siswa yang lebih kuat dan berdampak nyata.