UKK KH

Kerja Sama LSP SMKN Tutur dan SMKN 1 Pujon dalam Uji Kompetensi Siswa Jurusan Kesehatan Hewan Berjalan Lancar

Pada tanggal 14 hingga 15 April 2026, SMKN 1 Pujon sukses melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa jurusan Kesehatan Hewan melalui kerja sama dengan LSP SMKN Tutur. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa lulusan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan hewan.

Kegiatan uji kompetensi ini melibatkan asesor profesional dari LSP SMKN Tutur yang memiliki pengalaman dan sertifikasi di bidangnya. Kehadiran asesor eksternal tersebut memberikan jaminan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif, terukur, dan mengacu pada standar nasional kompetensi kerja.

Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Para siswa jurusan Kesehatan Hewan menunjukkan kemampuan yang baik dalam berbagai aspek, mulai dari pengetahuan dasar medis veteriner, keterampilan penanganan hewan, hingga prosedur pemeriksaan kesehatan hewan secara tepat dan aman. Setiap peserta diuji melalui praktik langsung yang menuntut ketelitian, ketepatan, serta sikap profesional.

Keberhasilan pelaksanaan uji kompetensi ini tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan oleh pihak SMKN 1 Pujon, termasuk pembinaan intensif oleh guru produktif serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Hasil yang membanggakan pun diraih, di mana seluruh peserta uji kompetensi dinyatakan kompeten. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara SMKN 1 Pujon dan LSP SMKN Tutur mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan memenuhi standar industri di bidang kesehatan hewan.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LSP SMKN Tutur atas dukungan dan profesionalisme dalam pelaksanaan kegiatan ini. Diharapkan, kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan di masa mendatang.

DSC02163_1024x683

WIRATAMA NAWACARITA: Kolaborasi Epik Seni, Informatika, Bahasa Jawa dan Sejarah dalam Ujian Praktik (PSAJ) SMK Negeri Tutur

PASURUAN – Suasana megah dan penuh semangat menyelimuti panggung pertunjukan SMK Negeri Tutur baru-baru ini. Dalam rangka memenuhi tugas akhir siswa kelas 12, sekolah menyelenggarakan sebuah pagelaran seni budaya yang luar biasa bertajuk “WIRATAMA NAWACARITA”.
Acara ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan bentuk inovasi pendidikan melalui Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus: Seni Budaya, Sejarah, Bahasa Jawa, dan Informatika.


Menghidupkan Sejarah Melalui 9 Pertunjukan Teater
Dengan tema besar perjuangan bangsa, siswa kelas 12 dari berbagai kompetensi keahlian (ATRm, KH, DKV, TSM, dan TKR) berhasil mengemas narasi sejarah menjadi pertunjukan teater yang memukau. Sebanyak 9 lakon dipentaskan dengan penuh penghayatan:

  1. Jejak Perlawanan Sultan Agung (12 KH – Sultan Agung Mataram)
  2. Sasmita di Balik Jendela Sakola (12 ATRm 1 – Kisah Dewi Sartika)
  3. Lelampah Sang Suropati (12 ATRm 3 – Untung Suropati)
  4. Tekad Swaraning Jihad (12 DKV 3 – KH. Hasyim Asy’ari)
  5. Api Semangat Sang Proklamator (12 ATRm 2 – Ir. Soekarno)
  6. Teguh Pendirian, Melawan Penjajah (12 TSM – Pangeran Diponegoro)
  7. Panggil Aku Kartini Saja (12 DKV 1 – Kartini )
  8. Bara, Amarah, dan Teriakan Merdeka (12 DKV 2 – Bung Tomo)
  9. Satu Nafas, Satu Tanah Air (12 TKR – Jenderal Soedirman)
    Mengenal PSAJ: Inovasi Evaluasi Akhir Jenjang di SMK
    Kegiatan ini merupakan bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bagi masyarakat yang mungkin masih asing, PSAJ adalah evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir masa sekolah.
    Berbeda dengan ujian konvensional yang hanya berbasis kertas, PSAJ di SMK memberikan fleksibilitas tinggi. Sekolah dapat menentukan bentuk ujiannya, mulai dari portofolio, tes tertulis, hingga unjuk kerja kreatif seperti pagelaran teater ini. Kehadiran bapak Arik Murwanto, M.Pd selaku Pengawas Sekolah dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung objektivitas dan kualitas penilaian karakter serta kompetensi siswa.
    Dalam “Wiratama Nawacarita”, setiap elemen dinilai secara lintas disiplin:
    • Seni Budaya: Menilai tata panggung, kostum, dan penjiwaan karakter.
    • Sejarah: Menilai akurasi fakta sejarah perjuangan yang dibawakan.
    • Bahasa Jawa: Menilai penggunaan unggah-ungguh dan dialek dalam naskah.
    • Informatika: Menilai pemanfaatan teknologi digital, mulai dari script, desain media promosi hingga pengaturan multimedia panggung.

Apresiasi dari Sekolah
Pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya dituntut secara akademis, tetapi juga dilatih memiliki jiwa kepemimpinan (Wiratama) dan kemampuan bercerita (Nawacarita) yang kuat—dua modal penting sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan pendidikan.
“Ini adalah bukti bahwa siswa SMK Negeri Tutur memiliki kreativitas tanpa batas. Mereka mampu menyerap nilai-nilai kepahlawanan dan menyajikannya dalam kemasan modern yang sangat relevan,” ujar perwakilan panitia di atas panggung yang dipenuhi tata cahaya dramatis.
Penyelenggaraan PSAJ tahun ini menjadi bukti nyata bahwa evaluasi akhir bisa dilakukan dengan cara yang sangat seru, bermakna, dan membanggakan. Selamat kepada seluruh siswa kelas 12 atas suksesnya pagelaran Wiratama Nawacarita!

apel pagi siswa siswi smkn tutur s menjelang libur hari raya idul fitri 1447 Hijriyah

Apel Pagi Menjelang Libur Lebaran 1447 H: Kepala SMKN Tutur Titipkan Pesan Karakter dan Keselamatan

PASURUAN – Menjelang cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, keluarga besar SMKN Tutur menggelar Apel Pagi khusus pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kesiswaan ini menjadi momen penting untuk memberikan pengarahan terakhir kepada seluruh siswa sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan kemenangan.

Suasana pagi di lapangan sekolah terasa syahdu dan penuh khidmat. Apel ini merupakan agenda penutup rangkaian kegiatan sekolah di penghujung Ramadan, sekaligus menandai dimulainya masa libur lebaran bagi seluruh civitas akademika.

Pesan Mendalam Bapak Kepala Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel. Beliau memberikan sambutan yang menyentuh hati serta beberapa pesan kunci untuk dipedomani oleh para siswa selama masa liburan:

  • Menjaga Ibadah di Hari Kemenangan: Beliau berpesan agar nilai-nilai disiplin dan ibadah yang telah ditempa selama Pondok Ramadhan tidak luntur begitu saja. “Ramadan adalah madrasah, dan ujian aslinya adalah bagaimana kita bersikap setelah Ramadan usai,” tegas beliau.
  • Keselamatan Selama Mudik: Mengingat banyaknya siswa yang akan melakukan perjalanan, beliau menekankan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya dan berhati-hati saat berkendara.
  • Menjaga Nama Baik Almamater: Beliau mengingatkan agar siswa tetap menunjukkan akhlakul karimah (akhlak terpuji) di tengah masyarakat, mencerminkan identitas siswa SMKN Tutur yang santun dan religius.
  • Permohonan Maaf Lahir dan Batin: Menutup sambutannya, Bapak Sugeng Widodo secara pribadi dan mewakili seluruh staf pengajar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh siswa dan keluarganya.

Arahan dari Bidang Kesiswaan

Tim Kesiswaan SMKN Tutur juga memberikan arahan terkait teknis libur sekolah dan tanggal kembali masuk sekolah. Siswa diingatkan untuk tetap menyelesaikan tugas-tugas mandiri jika ada, serta tidak berlebihan dalam merayakan euforia lebaran agar saat masuk sekolah nanti tetap dalam kondisi prima.

Kegiatan apel pagi ini ditutup dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman (mushafahah) antara siswa dan guru. Senyum merekah di wajah para siswa, menandakan kesiapan mereka menyambut hari raya dengan hati yang bersih.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, bertindak langsung sebagai pembina apel
SMKN Tutur Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako di Puncak Pondok Ramadhan 1447 H

Wujudkan Kepedulian, SMKN Tutur Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako di Puncak Pondok Ramadhan 1447 H

PASURUAN – Semangat berbagi dan kepedulian sosial terpancar kuat di lingkungan SMKN Tutur. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai religius yang telah dipelajari selama bulan suci, para siswa SMKN Tutur menggelar aksi bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar sekolah pada Jumat, 13 Maret 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di depan kantor Tata Usaha (TU) SMKN Tutur. Sejak pagi, antusiasme warga terlihat saat menyambut uluran tangan dari para siswa yang tergabung dalam tim OSIS selaku panitia pelaksana.

Puncak Kegiatan Pondok Ramadhan
Aksi bagi-bagi sembako ini bukan sekadar agenda mendadak, melainkan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sebagai informasi, siswa-siswi SMKN Tutur telah mengikuti pendalaman materi keagamaan secara intensif mulai tanggal 23 Februari hingga 2 Maret 2026.

Penyerahan sembako secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap inisiatif dan kemandirian para siswa dalam mengelola kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari pendidikan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Semoga bantuan yang diberikan oleh para siswa ini dapat bermanfaat bagi warga,” ujar Bapak Sugeng Widodo.

Dikelola oleh Siswa untuk Masyarakat
Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah seluruh proses distribusi dikomandoi langsung oleh tim OSIS. Mereka dengan sigap mengatur alur pembagian agar tetap tertib dan tepat sasaran. Sembako yang dibagikan merupakan hasil pengumpulan sukarela dari para siswa SMKN Tutur, yang kemudian disalurkan kembali kepada warga yang membutuhkan di sekitar area sekolah.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara SMKN Tutur dengan masyarakat sekitar semakin erat, serta menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar sekolah di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini.

Penyerahan sembako secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag.
Penyerahan sembako oleh anggota osis SMKN TUTUR
WhatsApp Image 2026-03-02 at 11.27.28

SMKN Tutur Gelar Kegiatan Pondok Ramadan 1447 H, Diikuti Seluruh Siswa Kelas X–XII

SMK Negeri Tutur kembali menggelar kegiatan Pondok Ramadan Tahun 1447 H/2026 M sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan keimanan peserta didik selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap sesuai jenjang kelas, mulai 23 Februari hingga 2 Maret 2026.
Berdasarkan jadwal resmi sekolah, kegiatan Pondok Ramadan untuk siswa kelas XII dilaksanakan pada tanggal 23–24 Februari 2026. Selanjutnya, kelas XI mengikuti kegiatan pada 25–26 Februari 2026, dan kelas X pada 27 Februari serta 2 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diawali dengan salat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Pada hari pertama, siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan seperti thoharoh (bersuci), puasa, serta pembinaan diri agar terhindar dari pergaulan bebas. Selain itu, juga dilaksanakan pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan diisi dengan materi moderasi beragama dalam bingkai NKRI, adab bermedia sosial, serta lomba menyanyi sholawat dalam sesi “Cinta Nabi”. Kegiatan ditutup dengan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian Pondok Ramadan.
Kepala sekolah, Sugeng Widodo, dalam penetapannya tertanggal 10 Februari 2026, menyampaikan bahwa kegiatan Pondok Ramadan ini bertujuan untuk membentuk karakter religius, disiplin, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada seluruh peserta didik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa SMKN Tutur tidak hanya meningkat pemahaman keagamaannya, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Shalat Dhuha Berjmaah
Tadarrus
Materi
siswa berbagi
Dies natalis

“Dari Tasyakuran Hingga Konser Seni: Perayaan ke-22 SMKN Tutur Buktikan Siswa Siap ‘Shine”

TUTUR – SMKN Tutur merayakan hari jadinya yang ke-22 dengan penuh rasa syukur. Kegiatan Dies Natalis yang berlangsung selama dua hari (17-18 Desember 2025) ini mengusung tema besar STARS, sebuah akronim dari SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine.
Rangkaian acara dimulai pada Rabu, 17 Desember 2025, dengan agenda utama Tasyakuran. Acara ini menjadi momen refleksi sekaligus ucapan syukur atas perjalanan sekolah selama lebih dari dua dekade. Diawali dengan penampilan ekstrakuriler Al-Banjari asuhan Bapak Zainul Arifin menjadi pembuka penuh syahdu acara Dies Natalis ini. Hadir sebagai penceramah utama adalah Bapak Imam Muhlis, S.Pd., M.PdI., CDAI. Beliau bukan hanya merupakan bagian dari keluarga besar SMKN Tutur, namun juga seorang pendidik yang telah diakui secara nasional melalui sertifikasi DAI.
Dalam ceramahnya, Bapak Imam Muhlis memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi seluruh warga sekolah agar selaras dengan tema STARS—yakni terus meraih prestasi, bangkit dari tantangan, dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar.
Semangat tema STARS (SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine) benar-benar terpancar nyata pada puncak peringatan Dies Natalis SMKN Tutur ke-22 yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025. Jika hari pertama diwarnai dengan suasana khidmat tasyakuran, hari kedua menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh siswa dalam sebuah gelaran seni yang spektakuler.
Kreativitas dari Siswa untuk Sekolah Panggung utama Dies Natalis menjadi bukti betapa luar biasanya talenta yang dimiliki oleh siswa-siswi SMKN Tutur. Setiap kelas, tanpa terkecuali, turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai pertunjukan yang mengagumkan.
Di buka oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, di damping Waka Keseiswaan Ibu Sri handayani,S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan penuh seluruh siswa dan juga bapak/ibu guru dalam gelaran acara peringatan Diesnatalis SMKN Tutur. Gelaran seni ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wadah untuk membentuk karakter, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa.
Penonton disuguhi dengan kontras keindahan antara modernitas dan tradisi. Penampilan tari modern yang enerjik bersanding elok dengan tari tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Tari tradisional yang ditampilkan bukan sekadar gerak, melainkan sarat akan filosofi makna hidup dan keluhuran budaya Indonesia.
Tak hanya tari, panggung juga dimeriahkan oleh:
• Seni Suara: Penampilan menyanyi yang memukau dari perwakilan siswa.
• Seni Bela Diri: Atraksi silat yang menunjukkan ketangkasan dan kedisiplinan.
• Sastra: Pembacaan puisi yang menyentuh hati, menambah kedalaman makna pada perayaan tahun ini.
Kehadiran Bintang Tamu dan Kepulangan Sang Alumni Suasana semakin meriah saat Guest Star yang dinanti-nantikan naik ke panggung. Yello Band, grup musik asal Surabaya, berhasil membakar semangat seluruh warga sekolah dengan performa musik mereka yang dinamis.
Kehadiran para alumni di acara ini juga menjadi sebuah hal special bagi sekolah, Bagal Oksa , Ricky, Andika Saputra dan Elsa Amalia. Penampilan Elsa sebagai seorang alumni SMKN Tutur yang kini telah meniti karier, kehadirannya juga menjadi inspirasi nyata bagi adik-adik kelasnya. Penampilan Elsa di atas panggung menjadi bukti konkret dari poin “Shine”.
Dengan berakhirnya rangkaian acara selama dua hari ini, SMKN Tutur semakin mantap untuk terus melangkah (Achieve), bangkit menghadapi tantangan (Rise), dan tetap bersinar (Shine) sebagai institusi pendidikan unggulan di masa depan.

Sa rasehan Nasional 2025 03.1225

Sarasehan Nasional 2025: SMKN Tutur Berkomitmen Bersinergi Menciptakan Lulusan Berdaya Saing Global

Kegiatan Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 3 Desember 2025 menjadi langkah strategis bagi peningkatan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri. Acara ini diikuti oleh Kepala Sekolah serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) dari seluruh SMK se-Jawa Timur sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan berdaya saing global.
Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Aris Agung Paewai, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri. Beliau menegaskan bahwa BKK bukan hanya unit administratif, tetapi fondasi penting dalam memetakan peluang kerja, menjalin komunikasi dengan perusahaan, serta memfasilitasi siswa dan lulusan agar memiliki akses karier yang luas.
Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Emil Elestianto Dardak dalam pemaparannya, menyoroti urgensi transformasi SMK agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja masa kini. Peningkatan literasi digital, sertifikasi kompetensi, dan rekonstruksi kurikulum berbasis industri menjadi fokus utama untuk memastikan lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rangkaian sarasehan juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi nasional, di antaranya Ibu Sri Andayani (Kementerian Perlindungan Pekerja Migran), Bapak Dr. Yopi (BRIN), Bapak Dr. Sulistio Mukti Cahyono (Kemendikdasmen), Bapak Dr. H. Aditya Warman (APINDO), dan Ibu Ema Prihatini (Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI). Para pemateri membahas dinamika dan tantangan di lapangan terkait BKK, perekrutan tenaga kerja, kesiapan kompetensi siswa, hingga perlindungan tenaga kerja migran. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, menampung aspirasi sekolah sekaligus memberikan solusi berbasis kebijakan dan kebutuhan industri.
Tidak hanya penyampaian materi namun juga ada penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan beberapa perusahaan antara lain PT.Charoen Pokphan, Archypelago International, Indonesia Rashion Center, PT. United Tractors, PT. K24 Indonesia yang juga merupakan upaya penyiapan lulusan SMK siap kerja dan siap mandiri menguatakan Indonesia dan persepatan ekonomi Jawa Timur.
Sebagai tindak lanjut dari sarasehan ini, SMKN Tutur berkomitmen untuk memperkuat fungsi Bursa Kerja Khusus melalui peningkatan kolaborasi dengan perusahaan mitra, penyusunan pemetaan kebutuhan kompetensi industri, serta optimalisasi layanan penelusuran tamatan. Sekolah juga akan mendorong implementasi pembelajaran berbasis projek industri dan sertifikasi kompetensi guna memastikan kesiapan kerja siswa sejak dini. Melalui langkah konkret ini, SMKN Tutur bertekad menjadi sekolah vokasi yang adaptif, responsif, serta mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terserap dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di pasar global.

2411.25

Membangun Lingkungan Pendidikan yang Sehat : Sinergi SMK Negeri Tutur dengan Dinas Kesehatan dalam rangka Siap Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Penguatan kualitas karir siswa SMK tidak lagi bisa mengandalkan pola lama karena dunia kerja berubah cepat dan standar kompetensi terus meningkat. Perusahaan lebih selektif dalam proses rekrutmen sehingga sekolah harus mampu menyelaraskan kurikulum dan pelatihan dengan kebutuhan nyata industri. Dalam konteks inilah workshop Menentukan Kebutuhan Kurikulum Berbasis SKKNI melalui Penguatan Training Need Analysis (TNA) Bersama Industri Mitra menjadi sangat penting. Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua BKK SMK se-Kabupaten Pasuruan dengan menghadirkan narasumber dari Save the Children dan BLK Surabaya yang menawarkan perspektif pemberdayaan remaja serta standar kompetensi berbasis SKKNI.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan arah kebijakan Perpres Nomor 68 Tahun 2006 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan industri, serta keterlibatan dunia usaha. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi sekolah dalam memperkuat penyusunan kurikulum agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Training Need Analysis (TNA) menjadi proses kunci yang membantu sekolah memahami kompetensi apa yang dibutuhkan industri dan membandingkannya dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Melalui analisis ini, sekolah mampu memetakan kesenjangan kompetensi secara lebih akurat dan merancang pelatihan yang benar-benar diperlukan. Hasil TNA membantu memperjelas jalur karir siswa karena kompetensi yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Dalam proses ini, LSP, BKK, dan Ketua Program Keahlian memegang peran sentral. LSP memperkuat validitas kompetensi siswa melalui skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta menyediakan asesor berpengalaman sebagai rujukan teknis bagi sekolah. BKK bertindak sebagai penghubung utama antara sekolah dan perusahaan dengan memanfaatkan hasil tracer study, umpan balik dari industri, serta tren rekrutmen sebagai dasar penyusunan pelatihan. Sementara itu, Ketua Program Keahlian menjadi penggerak utama dalam menerapkan hasil TNA ke dalam kurikulum dengan memetakan ulang materi ajar, menyelaraskan strategi pembelajaran, serta menyusun roadmap pengembangan kompetensi bagi siswa.

Agar implementasi TNA berjalan efektif, sekolah perlu melakukan identifikasi kompetensi berdasarkan SKKNI, mengumpulkan data kemampuan siswa, berdiskusi langsung dengan industri, menganalisis kesenjangan kompetensi, dan merumuskan pelatihan prioritas yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala memastikan bahwa pelatihan tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Workshop ini menjadi momentum penting untuk membangun masa depan karir siswa SMK secara lebih terstruktur karena kolaborasi antara BLK Surabaya, Save the Children, BKK, LSP, dan ketua program keahlian menunjukkan bahwa pengembangan karir siswa merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pelatihan yang tepat, siswa dapat berkembang menjadi lulusan yang kompeten secara teknis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai budaya kerja industri, serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kolaborasi inilah yang memungkinkan terbentuknya jalur karir siswa yang lebih kuat dan berdampak nyata

Sistem Penerimaan Murid Baru SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026Sesuai Juknis SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur

SMKN Tutur Kabupaten Pasuruan kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Proses penerimaan siswa baru ini dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengatur mekanisme seleksi secara transparan, objektif, dan berkeadilan.Pada tahun ini, SMKN Tutur menyediakan total 9 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per rombel, sehingga jumlah keseluruhan siswa yang akan diterima adalah 324 siswa. Adapun program keahlian yang dibuka sebagai berikut:Teknik Kendaraan Ringan (TKR) – 1 rombelTeknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) – 1 rombelDesain Komunikasi Visual (DKV) – 3 rombelAgribisnis Ternak Ruminansia (ATR) – 3 rombelKesehatan Hewan – 1 rombelProses pendaftaran meliputi beberapa jalur sesuai juknis SPMB, seperti jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, serta jalur reguler. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sehingga memudahkan calon peserta didik dalam melakukan pendaftaran.SMKN Tutur berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan dunia industri, serta berbasis kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Dengan dibukanya SPMB tahun pelajaran 2025/2026 ini, diharapkan sekolah dapat menjaring siswa-siswa terbaik yang siap berkembang dan berprestasi di bidang keahliannya masing-masing.Dengan kapasitas sebanyak 324 siswa, SMKN Tutur siap menyambut peserta didik baru untuk menjadi bagian dari sekolah yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing.

BRUS di SMKN Tutur Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan 3

BRUS di SMKN Tutur: Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

SMKN Tutur menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Dini) pada hari Jumat, 14 November 2025, bertempat di aula sekolah. Acara ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan serta KUA Kecamatan Tutur, dan diikuti oleh para siswi SMKN Tutur.

Kegiatan BRUS tahun ini mengangkat dua tema utama yang sangat relevan bagi remaja, yaitu pendewasaan usia pernikahan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kedua materi tersebut diberikan secara mendalam namun tetap komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para peserta.

Para narasumber menekankan pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki usia pernikahan, baik dari sisi mental, pendidikan, maupun kesehatan. Selain itu, siswi juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya dan dampak serius dari penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana cara menghindari lingkungan yang berisiko.

Menariknya, acara ini dikemas dengan game dan kuis interaktif, sehingga suasana berlangsung lebih hidup dan peserta dapat menyerap materi dengan lebih baik. Para siswi terlihat antusias mengikuti setiap sesi, ditambah dengan pembagian hadiah kecil untuk pemenang permainan dan kuis.

Kegiatan BRUS ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun kesadaran remaja agar mampu mengambil keputusan yang bijak terkait masa depan mereka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga memberikan ruang edukasi positif bagi para pelajar di SMKN Tutur.