2411.25

Membangun Lingkungan Pendidikan yang Sehat : Sinergi SMK Negeri Tutur dengan Dinas Kesehatan dalam rangka Siap Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Penguatan kualitas karir siswa SMK tidak lagi bisa mengandalkan pola lama karena dunia kerja berubah cepat dan standar kompetensi terus meningkat. Perusahaan lebih selektif dalam proses rekrutmen sehingga sekolah harus mampu menyelaraskan kurikulum dan pelatihan dengan kebutuhan nyata industri. Dalam konteks inilah workshop Menentukan Kebutuhan Kurikulum Berbasis SKKNI melalui Penguatan Training Need Analysis (TNA) Bersama Industri Mitra menjadi sangat penting. Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua BKK SMK se-Kabupaten Pasuruan dengan menghadirkan narasumber dari Save the Children dan BLK Surabaya yang menawarkan perspektif pemberdayaan remaja serta standar kompetensi berbasis SKKNI.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan arah kebijakan Perpres Nomor 68 Tahun 2006 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan industri, serta keterlibatan dunia usaha. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan bagi sekolah dalam memperkuat penyusunan kurikulum agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Training Need Analysis (TNA) menjadi proses kunci yang membantu sekolah memahami kompetensi apa yang dibutuhkan industri dan membandingkannya dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Melalui analisis ini, sekolah mampu memetakan kesenjangan kompetensi secara lebih akurat dan merancang pelatihan yang benar-benar diperlukan. Hasil TNA membantu memperjelas jalur karir siswa karena kompetensi yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Dalam proses ini, LSP, BKK, dan Ketua Program Keahlian memegang peran sentral. LSP memperkuat validitas kompetensi siswa melalui skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta menyediakan asesor berpengalaman sebagai rujukan teknis bagi sekolah. BKK bertindak sebagai penghubung utama antara sekolah dan perusahaan dengan memanfaatkan hasil tracer study, umpan balik dari industri, serta tren rekrutmen sebagai dasar penyusunan pelatihan. Sementara itu, Ketua Program Keahlian menjadi penggerak utama dalam menerapkan hasil TNA ke dalam kurikulum dengan memetakan ulang materi ajar, menyelaraskan strategi pembelajaran, serta menyusun roadmap pengembangan kompetensi bagi siswa.

Agar implementasi TNA berjalan efektif, sekolah perlu melakukan identifikasi kompetensi berdasarkan SKKNI, mengumpulkan data kemampuan siswa, berdiskusi langsung dengan industri, menganalisis kesenjangan kompetensi, dan merumuskan pelatihan prioritas yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala memastikan bahwa pelatihan tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Workshop ini menjadi momentum penting untuk membangun masa depan karir siswa SMK secara lebih terstruktur karena kolaborasi antara BLK Surabaya, Save the Children, BKK, LSP, dan ketua program keahlian menunjukkan bahwa pengembangan karir siswa merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pelatihan yang tepat, siswa dapat berkembang menjadi lulusan yang kompeten secara teknis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai budaya kerja industri, serta mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kolaborasi inilah yang memungkinkan terbentuknya jalur karir siswa yang lebih kuat dan berdampak nyata

Pameran produk unggulan SMKN Tutur

Gelar Karya dan Talkshow PM IN-2 di SMKN 1 Bangil

Pengunjung pameran pada stand SMKN Tutur
Pameran produk unggulan SMKN Tutur

Pasuruan, 22 November 2025 – SMKN Tutur menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran vokasi dengan mengirimkan perwakilan Kepala Sekolah dan guru dalam kegiatan Talkshow PM IN-2 Guru Batch 2 dan Kepala Sekolah. Kegiatan penting ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan pada hari Sabtu, 22 November 2025, bertempat di SMKN 1 Bangil.

Partisipasi Penuh dari Kepala Sekolah dan Guru

Kepala SMKN Tutur, Bapak Anang Prasetya, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program pendidikan mendalam. Kehadiran beliau sekaligus menegaskan kesiapan sekolah untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran.

Selain Kepala Sekolah, beberapa guru kompeten dari SMKN Tutur juga turut berpartisipasi dalam Talkshow tersebut, di antaranya adalah:

 

  • SRI WAHYUNINGSIH.
  • ELISA SETYAWATI.
  • ELCHA BAGUS NARENDRA PUTRA.

Bapak Elcha Bagus Narendra Putra, bersama dengan guru lainnya, diharapkan dapat membawa pulang inspirasi dan praktik-praktik baik yang didapat dari Talkshow tersebut untuk diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan SMKN Tutur.

Fokus pada Peningkatan Mutu Vokasi

Talkshow PM IN-2 ini merupakan tindak lanjut dari surat Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), dengan tujuan untuk Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM IN-2).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola pembelajaran, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Pasuruan.

Kehadiran Kepala Sekolah dan guru SMKN Tutur merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi sekolah sebagai lembaga vokasi yang disiplin dan produktif, siap mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter.

partisipasi SMKN Tutur pada gelar karya di SMKN Bangil
banner no liptsik

Menumbuhkan Kedisiplinan dan Kesederhanaan Melalui Penampilan Siswa

Kedisiplinan dan kesederhanaan merupakan dua nilai penting yang harus ditanamkan kepada seluruh siswa sejak dini. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Salah satu bentuk nyata penerapan nilai tersebut terlihat dari cara siswa menjaga kerapian dan kesesuaian penampilan mereka saat berada di sekolah.

Bagi siswa laki-laki, kerapian rambut menjadi bagian penting dari disiplin diri. Rambut yang dipotong rapi sesuai aturan sekolah mencerminkan sikap tertib, tanggung jawab, dan kesiapan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Penampilan yang rapi tidak hanya membuat siswa lebih nyaman, tetapi juga menunjukkan penghargaan terhadap tata tertib yang berlaku.

Sementara itu, bagi siswi, kesederhanaan dalam berpenampilan menjadi nilai yang sangat dijunjung. Wajah natural tanpa penggunaan kosmetik berlebihan serta seragam yang dikenakan dengan rapi mencerminkan pribadi yang sederhana, percaya diri, dan menghargai norma sekolah. Penampilan yang wajar dan sesuai aturan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan nyaman bagi semua.

Dengan menerapkan aturan terkait kerapian dan kesederhanaan penampilan, sekolah berharap seluruh siswa dapat memahami bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan untuk membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab. Ketika siswa mampu menjaga penampilan diri dengan baik, maka itu adalah langkah awal dalam menumbuhkan sikap positif lainnya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Penerimaan Murid Baru SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026Sesuai Juknis SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur

SMKN Tutur Kabupaten Pasuruan kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Proses penerimaan siswa baru ini dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengatur mekanisme seleksi secara transparan, objektif, dan berkeadilan.Pada tahun ini, SMKN Tutur menyediakan total 9 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per rombel, sehingga jumlah keseluruhan siswa yang akan diterima adalah 324 siswa. Adapun program keahlian yang dibuka sebagai berikut:Teknik Kendaraan Ringan (TKR) – 1 rombelTeknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) – 1 rombelDesain Komunikasi Visual (DKV) – 3 rombelAgribisnis Ternak Ruminansia (ATR) – 3 rombelKesehatan Hewan – 1 rombelProses pendaftaran meliputi beberapa jalur sesuai juknis SPMB, seperti jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, serta jalur reguler. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sehingga memudahkan calon peserta didik dalam melakukan pendaftaran.SMKN Tutur berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan dunia industri, serta berbasis kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Dengan dibukanya SPMB tahun pelajaran 2025/2026 ini, diharapkan sekolah dapat menjaring siswa-siswa terbaik yang siap berkembang dan berprestasi di bidang keahliannya masing-masing.Dengan kapasitas sebanyak 324 siswa, SMKN Tutur siap menyambut peserta didik baru untuk menjadi bagian dari sekolah yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing.

Skrining Kesehatan dan Thalasemia (2)

SMKN Tutur Gelar Skrining Kesehatan dan Thalasemia Bersama Dinkes Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar

Tutur — Dalam upaya meningkatkan kesehatan peserta didik dan mendeteksi dini potensi penyakit genetik, SMKN Tutur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar mengadakan kegiatan Skrining Kesehatan Peserta Didik dan Skrining Thalasemia pada Selasa, 11 November 2025 bertempat di Aula SMKN Tutur.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa yang menjadi sasaran skrining dan dilaksanakan oleh tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, analis laboratorium, serta petugas promosi kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan kesehatan umum hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya thalasemia.

Tujuan Kegiatan

Kepala SMKN Tutur menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk:

  1. Mengevaluasi kondisi kesehatan peserta didik agar sekolah dapat memberikan perhatian khusus bagi siswa dengan riwayat kesehatan tertentu.
  2. Mendeteksi dini thalasemia, penyakit kelainan darah yang dapat menurun secara genetik sehingga dapat diantisipasi sejak dini.
  3. Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan, termasuk memahami risiko penyakit bawaan.
  4. Mendukung program pemerintah dalam pemetaan kesehatan remaja sekolah sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Manfaat Bagi Peserta Didik

Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan berbagai manfaat langsung, di antaranya:

  • Mengetahui kondisi kesehatan pribadi, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi fisik umum lainnya.
  • Mendapatkan edukasi kesehatan, terutama terkait pola hidup sehat, pentingnya nutrisi seimbang, dan pencegahan penyakit genetik.
  • Deteksi dini thalasemia, sehingga siswa dan keluarga dapat mendapat rujukan medis maupun konseling bila diperlukan.
  • Mendorong kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pranikah mengingat thalasemia dapat berdampak pada perencanaan keluarga di masa mendatang.

Berjalan Lancar dan Mendapat Respons Positif Kegiatan skrining berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para siswa maupun orang tua. Tim kesehatan memberikan penjelasan sebelum pemeriksaan,

sosialisasi anti kekerasan disekolah

SMKN Tutur Ikuti Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah Tahun 2025

Batu — Upaya memperkuat lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah yang digelar pada 5–6 November 2025 di Hotel Batusuki, Kota Batu, seluruh SMK di Jawa Timur didorong untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 SMK Negeri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta 26 sekolah swasta yang turut menjadi peserta. SMKN Tutur menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mewakili Kabupaten Pasuruan, dengan mengirimkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Handayani, S.Pd., dan Ketua OSIS, Satrio Hutama.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya kewajiban guru, tetapi juga melibatkan siswa, orang tua, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu:

  1. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah
    Disampaikan oleh BBPMP Jawa Timur, Kemendikdasmen, materi ini menyoroti mekanisme kerja satgas, alur pelaporan, dan strategi sekolah dalam memastikan respons cepat terhadap kasus kekerasan.
  2. Peran Guru dalam Mendeteksi dan Menangani Kekerasan Anak
    Dipaparkan oleh Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam memberikan perlindungan kepada siswa.
  3. Upaya dan Strategi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar
    Materi dari Polda Jawa Timur ini menekankan pentingnya sinergi pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam mencegah perundungan, tawuran pelajar, serta penyimpangan perilaku lainnya.
  4. Sharing Praktik Baik Sekolah Penerima Penghargaan Cerdas Berkarakter
    Pada sesi ini, tim sekolah yang telah meraih penghargaan berbagi pengalaman terkait penerapan budaya positif dan pembentukan karakter siswa.

Keikutsertaan SMKN Tutur diharapkan mampu memperkuat program perlindungan peserta didik, sekaligus mendorong terciptanya suasana sekolah yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil sosialisasi ini rencananya akan ditindaklanjuti melalui penguatan satgas sekolah, sosialisasi kepada siswa, serta pengembangan kegiatan OSIS yang berfokus pada budaya anti kekerasan.

Dengan kegiatan ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadi provinsi yang proaktif dalam menciptakan iklim pendidikan berkarakter dan bebas kekerasan. SMKN Tutur turut menjadi bagian dari langkah besar tersebut.

TKA 2025 3

Pelaksanaan TKA di SMKN Tutur Berjalan Lancar, Diikuti 302 Murid dalam Dua Gelombang


​Tutur, 7 November 2025 — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Tutur telah sukses menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi 302 muridnya. Pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang utama, yaitu Gelombang 1 pada tanggal 3-4 November dan Gelombang 2 pada tanggal 5-6 November 2025

​TKA yang diikuti oleh 302 siswa ini berjalan lancar dan tanpa kendala berarti, menegaskan kesiapan SMKN Tutur dalam melaksanakan asesmen berbasis teknologi. Jumlah peserta ini menempatkan SMKN Tutur sebagai salah satu sekolah yang serius dalam mengukur kemampuan dasar akademik muridnya.

​TKA: Fondasi Penguasaan Kemampuan Dasar
​Kepala SMKN Tutur, Anang Prasetya, M.Pd. menuturkan bahwa TKA merupakan langkah strategis untuk memastikan proses pembelajaran tidak hanya terfokus pada keterampilan vokasional, tetapi juga pada penguatan literasi, numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah.

​”Sertifikat TKA ini sangat penting. Selain memberikan gambaran hasil belajar kepada murid, TKA juga menjadi dokumen pendukung yang dapat memperkuat daya saing lulusan kami, baik untuk melanjutkan studi melalui jalur prestasi, mencari beasiswa, maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya.

​Pelaksanaan TKA di SMKN Tutur dibagi dalam dua sesi setiap hari selama empat hari tersebut, memastikan semua peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian dengan kondisi optimal.

​Pengawasan Ruang Silang dan Monitoring Terpusat
​Untuk menjaga integritas dan objektivitas pelaksanaan TKA, SMKN Tutur menerapkan sistem pengawas ruang silang. Para pengawas ruang berasal dari guru-guru SMKN 1 Purwosari.

​Lebih lanjut, pengawasan ruang silang ini juga diawasi secara ketat oleh Penyelia Pengawas melalui platform Zoom pada hari Rabu, 5 November, dan sesi kedua hari Kamis, 6 November.

​Puncak penjaminan mutu pelaksanaan terjadi pada hari Kamis, 6 November 2025, ketika TKA dimonitoring langsung oleh Pengawas Satuan Pendidikan. Hasil monitoring menyatakan bahwa pelaksanaan TKA di SMKN Tutur secara keseluruhan berjalan lancar, tertib, tanpa kendala, dan kelengkapan administrasi tercatat dengan baik.

​Pelaksanaan TKA dua gelombang ini menjadi bukti komitmen SMKN Tutur dalam menciptakan lulusan SMK yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki fondasi akademik yang kuat dan berdaya saing.

ketua osis 25

Ucapan Selamat kepada Ketua OSIS Terpilih SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026

SMKN Tutur resmi menetapkan Satriya Hutama, siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR), sebagai Ketua OSIS terpilih untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Terpilihnya Satriya merupakan hasil dari proses seleksi dan pemilihan yang berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan antar siswa.
Satriya dikenal sebagai sosok yang disiplin, komunikatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Melalui visi dan misi yang ia sampaikan, ia berkomitmen untuk membawa OSIS SMKN Tutur menjadi organisasi siswa yang lebih aktif, kreatif, dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Harapan besar disampaikan agar Satriya mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta dapat menjadi contoh positif bagi rekan-rekannya. Semoga di bawah kepemimpinannya, kegiatan kesiswaan menjadi lebih inovatif dan mampu meningkatkan prestasi sekaligus kekompakan siswa di berbagai bidang.
Seluruh warga SMKN Tutur mengucapkan selamat dan sukses kepada Satriya Hutama. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa perubahan yang positif bagi lingkungan sekolah.

putr

Putra Terbaik SMKN Tutur Terpilih sebagai Anggota Paskibraka Kabupaten Pasuruan 2025

SMKN Tutur kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu siswanya, M. Irzam Dafin P., siswa kelas XII DKV 2 dari jurusan Desain Komunikasi Visual. Irzam berhasil lolos dalam seleksi penerimaan Tim Paskibraka Tingkat Kabupaten Pasuruan Tahun 2025, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.

Sebelum dinyatakan lolos, Irzam telah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari tes fisik, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, hingga tes kepribadian. Selain itu, ia juga mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan/Karantina Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Pasuruan, yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kemampuan baris-berbaris, serta menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi.

Keberhasilan Irzam tidak hanya menjadi bukti kerja keras dan dedikasinya, tetapi juga menunjukkan komitmen SMKN Tutur dalam mendukung pengembangan potensi siswa di berbagai bidang, termasuk kepaskibrakaan.

Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMKN Tutur untuk terus berusaha dan berprestasi. Harapan besar disampaikan agar tahun-tahun berikutnya semakin banyak siswa SMKN Tutur yang mampu lolos dalam seleksi Paskibraka, membawa nama baik sekolah dan mengharumkan Kabupaten Pasuruan.

spmb 25_512x768

Sistem Penerimaan Murid Baru SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026 Sesuai Juknis SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur SMKN Tutur

Sistem Penerimaan Murid Baru SMKN Tutur Tahun Pelajaran 2025/2026Sesuai Juknis SPMB Pemerintah Provinsi Jawa TimurSMKN Tutur Kabupaten Pasuruan kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Proses penerimaan siswa baru ini dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengatur mekanisme seleksi secara transparan, objektif, dan berkeadilan.Pada tahun ini, SMKN Tutur menyediakan total 9 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per rombel, sehingga jumlah keseluruhan siswa yang akan diterima adalah 324 siswa. Adapun program keahlian yang dibuka sebagai berikut:Teknik Kendaraan Ringan (TKR) – 1 rombelTeknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) – 1 rombelDesain Komunikasi Visual (DKV) – 3 rombelAgribisnis Ternak Ruminansia (ATR) – 3 rombelKesehatan Hewan – 1 rombelProses pendaftaran meliputi beberapa jalur sesuai juknis SPMB, seperti jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, serta jalur reguler. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sehingga memudahkan calon peserta didik dalam melakukan pendaftaran.SMKN Tutur berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan dunia industri, serta berbasis kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Dengan dibukanya SPMB tahun pelajaran 2025/2026 ini, diharapkan sekolah dapat menjaring siswa-siswa terbaik yang siap berkembang dan berprestasi di bidang keahliannya masing-masing.Dengan kapasitas sebanyak 324 siswa, SMKN Tutur siap menyambut peserta didik baru untuk menjadi bagian dari sekolah yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing.