Skrining Kesehatan dan Thalasemia (2)

SMKN Tutur Gelar Skrining Kesehatan dan Thalasemia Bersama Dinkes Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar

Tutur — Dalam upaya meningkatkan kesehatan peserta didik dan mendeteksi dini potensi penyakit genetik, SMKN Tutur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan Puskesmas Nongkojajar mengadakan kegiatan Skrining Kesehatan Peserta Didik dan Skrining Thalasemia pada Selasa, 11 November 2025 bertempat di Aula SMKN Tutur.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa yang menjadi sasaran skrining dan dilaksanakan oleh tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, analis laboratorium, serta petugas promosi kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan kesehatan umum hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya thalasemia.

Tujuan Kegiatan

Kepala SMKN Tutur menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk:

  1. Mengevaluasi kondisi kesehatan peserta didik agar sekolah dapat memberikan perhatian khusus bagi siswa dengan riwayat kesehatan tertentu.
  2. Mendeteksi dini thalasemia, penyakit kelainan darah yang dapat menurun secara genetik sehingga dapat diantisipasi sejak dini.
  3. Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan, termasuk memahami risiko penyakit bawaan.
  4. Mendukung program pemerintah dalam pemetaan kesehatan remaja sekolah sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Manfaat Bagi Peserta Didik

Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan berbagai manfaat langsung, di antaranya:

  • Mengetahui kondisi kesehatan pribadi, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi fisik umum lainnya.
  • Mendapatkan edukasi kesehatan, terutama terkait pola hidup sehat, pentingnya nutrisi seimbang, dan pencegahan penyakit genetik.
  • Deteksi dini thalasemia, sehingga siswa dan keluarga dapat mendapat rujukan medis maupun konseling bila diperlukan.
  • Mendorong kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pranikah mengingat thalasemia dapat berdampak pada perencanaan keluarga di masa mendatang.

Berjalan Lancar dan Mendapat Respons Positif Kegiatan skrining berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para siswa maupun orang tua. Tim kesehatan memberikan penjelasan sebelum pemeriksaan,

sosialisasi anti kekerasan disekolah

SMKN Tutur Ikuti Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah Tahun 2025

Batu — Upaya memperkuat lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan dalam Sekolah yang digelar pada 5–6 November 2025 di Hotel Batusuki, Kota Batu, seluruh SMK di Jawa Timur didorong untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 SMK Negeri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta 26 sekolah swasta yang turut menjadi peserta. SMKN Tutur menjadi salah satu sekolah yang dipercaya mewakili Kabupaten Pasuruan, dengan mengirimkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Handayani, S.Pd., dan Ketua OSIS, Satrio Hutama.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya kewajiban guru, tetapi juga melibatkan siswa, orang tua, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan empat materi utama, yaitu:

  1. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah
    Disampaikan oleh BBPMP Jawa Timur, Kemendikdasmen, materi ini menyoroti mekanisme kerja satgas, alur pelaporan, dan strategi sekolah dalam memastikan respons cepat terhadap kasus kekerasan.
  2. Peran Guru dalam Mendeteksi dan Menangani Kekerasan Anak
    Dipaparkan oleh Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur, peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam memberikan perlindungan kepada siswa.
  3. Upaya dan Strategi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pelajar
    Materi dari Polda Jawa Timur ini menekankan pentingnya sinergi pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam mencegah perundungan, tawuran pelajar, serta penyimpangan perilaku lainnya.
  4. Sharing Praktik Baik Sekolah Penerima Penghargaan Cerdas Berkarakter
    Pada sesi ini, tim sekolah yang telah meraih penghargaan berbagi pengalaman terkait penerapan budaya positif dan pembentukan karakter siswa.

Keikutsertaan SMKN Tutur diharapkan mampu memperkuat program perlindungan peserta didik, sekaligus mendorong terciptanya suasana sekolah yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil sosialisasi ini rencananya akan ditindaklanjuti melalui penguatan satgas sekolah, sosialisasi kepada siswa, serta pengembangan kegiatan OSIS yang berfokus pada budaya anti kekerasan.

Dengan kegiatan ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadi provinsi yang proaktif dalam menciptakan iklim pendidikan berkarakter dan bebas kekerasan. SMKN Tutur turut menjadi bagian dari langkah besar tersebut.