Dies natalis

“Dari Tasyakuran Hingga Konser Seni: Perayaan ke-22 SMKN Tutur Buktikan Siswa Siap ‘Shine”

TUTUR – SMKN Tutur merayakan hari jadinya yang ke-22 dengan penuh rasa syukur. Kegiatan Dies Natalis yang berlangsung selama dua hari (17-18 Desember 2025) ini mengusung tema besar STARS, sebuah akronim dari SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine.
Rangkaian acara dimulai pada Rabu, 17 Desember 2025, dengan agenda utama Tasyakuran. Acara ini menjadi momen refleksi sekaligus ucapan syukur atas perjalanan sekolah selama lebih dari dua dekade. Diawali dengan penampilan ekstrakuriler Al-Banjari asuhan Bapak Zainul Arifin menjadi pembuka penuh syahdu acara Dies Natalis ini. Hadir sebagai penceramah utama adalah Bapak Imam Muhlis, S.Pd., M.PdI., CDAI. Beliau bukan hanya merupakan bagian dari keluarga besar SMKN Tutur, namun juga seorang pendidik yang telah diakui secara nasional melalui sertifikasi DAI.
Dalam ceramahnya, Bapak Imam Muhlis memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi seluruh warga sekolah agar selaras dengan tema STARS—yakni terus meraih prestasi, bangkit dari tantangan, dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar.
Semangat tema STARS (SMKN Tutur Achieve, Rise and Shine) benar-benar terpancar nyata pada puncak peringatan Dies Natalis SMKN Tutur ke-22 yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025. Jika hari pertama diwarnai dengan suasana khidmat tasyakuran, hari kedua menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh siswa dalam sebuah gelaran seni yang spektakuler.
Kreativitas dari Siswa untuk Sekolah Panggung utama Dies Natalis menjadi bukti betapa luar biasanya talenta yang dimiliki oleh siswa-siswi SMKN Tutur. Setiap kelas, tanpa terkecuali, turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai pertunjukan yang mengagumkan.
Di buka oleh Kepala SMKN Tutur, Bapak Sugeng Widodo, S.Ag, di damping Waka Keseiswaan Ibu Sri handayani,S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan penuh seluruh siswa dan juga bapak/ibu guru dalam gelaran acara peringatan Diesnatalis SMKN Tutur. Gelaran seni ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wadah untuk membentuk karakter, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa.
Penonton disuguhi dengan kontras keindahan antara modernitas dan tradisi. Penampilan tari modern yang enerjik bersanding elok dengan tari tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Tari tradisional yang ditampilkan bukan sekadar gerak, melainkan sarat akan filosofi makna hidup dan keluhuran budaya Indonesia.
Tak hanya tari, panggung juga dimeriahkan oleh:
• Seni Suara: Penampilan menyanyi yang memukau dari perwakilan siswa.
• Seni Bela Diri: Atraksi silat yang menunjukkan ketangkasan dan kedisiplinan.
• Sastra: Pembacaan puisi yang menyentuh hati, menambah kedalaman makna pada perayaan tahun ini.
Kehadiran Bintang Tamu dan Kepulangan Sang Alumni Suasana semakin meriah saat Guest Star yang dinanti-nantikan naik ke panggung. Yello Band, grup musik asal Surabaya, berhasil membakar semangat seluruh warga sekolah dengan performa musik mereka yang dinamis.
Kehadiran para alumni di acara ini juga menjadi sebuah hal special bagi sekolah, Bagal Oksa , Ricky, Andika Saputra dan Elsa Amalia. Penampilan Elsa sebagai seorang alumni SMKN Tutur yang kini telah meniti karier, kehadirannya juga menjadi inspirasi nyata bagi adik-adik kelasnya. Penampilan Elsa di atas panggung menjadi bukti konkret dari poin “Shine”.
Dengan berakhirnya rangkaian acara selama dua hari ini, SMKN Tutur semakin mantap untuk terus melangkah (Achieve), bangkit menghadapi tantangan (Rise), dan tetap bersinar (Shine) sebagai institusi pendidikan unggulan di masa depan.